Harmoko menyampaikan pesan tentang pentingnya hidup bersahabat dan menyatu dengan alam secara sederhana.
Menurutnya, perilaku itu adalah keinginan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan alam beserta isinya, bukan menindas dan merusaknya.
Dalam filosofi berbahasa Jawa, sikap tersebut disebut memayu hayuning bawana.
Pesan itu disampaikan di tengah kenyataan bahwa bencana alam di negeri ini bukan hal baru dan seolah menjadi hal biasa setiap tahunnya.
Salah satu penyebabnya adalah kondisi fisik Indonesia itu sendiri.
Data Bencana Sepanjang 2026
Sepanjang tahun 2026, tercatat 1.730 bencana alam terjadi di negeri ini.
Jumlah terbanyak adalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak 627 kejadian, disusul banjir 543, cuaca ekstrem 324, tanah longsor 105, dan kekeringan 101 kejadian.
Selain itu, ada pula gempa bumi, erupsi gunung berapi, dan tsunami.
Dampak langsungnya, ratusan orang meninggal dunia, ribuan warga luka-luka, jutaan orang mengungsi, serta ratusan ribu rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan.
Belum lagi dampak terhadap pertumbuhan perekonomian daerah terdampak gempa, termasuk trauma masyarakat akibat kehilangan sanak saudara dan tempat tinggal.
Meski sering dikatakan bahwa apa yang terjadi di muka bumi adalah kehendak-Nya, hal itu tidak lantas membuat kita diam saja.
Kita tetap perlu berusaha mencegah hal buruk terjadi dan mencari penyebab mengapa semua ini bisa terjadi.
Kita mesti banyak berbenah, menata diri, meningkatkan mitigasi bencana, menata lingkungan sekitar, serta berusaha bersahabat dengan alam agar bencana tak terulang lagi.
Sejumlah bencana seperti tanah longsor dan banjir bandang diawali dari kerusakan lingkungan.
Kerusakan itu antara lain disebabkan alih fungsi lahan, pertambangan, dan pembalakan liar, atau pemanfaatan lahan yang tidak tepat sasaran dan mengabaikan pelestarian lingkungan.
Jika banjir bandang dan longsor disebut akibat curah hujan tinggi, hal itu sulit terbantahkan.
Namun, jika lingkungan memiliki daya serap air sangat tinggi, longsor bisa terhalangi dan setidaknya risiko semakin berkurang.