Film "Tazza: The Song of Beelzebub" meninggalkan permainan kartu tradisional Korea dan beralih ke poker bernilai tinggi di panggung global.
Sutradara Choi Kook-hee menyebut langkah itu sebagai evolusi besar bagi waralaba ikonik tersebut.
Ia menegaskan installment keempat sekaligus terakhir ini menghadirkan cerita independen yang berfokus pada hasrat manusia.
"Berbeda dari tiga film sebelumnya, installment ini sangat menekankan emosi manusia yang intens seperti iri, cemburu, dan pengkhianatan," kata Choi usai premier di Seoul.
Choi mengaku sebagai penggemar lama seri komik karya Huh Young-man dan merasa terhormat menyutradarai babak akhir.
Balas Dendam di Meja Poker Global
Film ini mengikuti Jang Tae-young (Byun Yo-han) yang kehilangan kerajaan kasino online setelah dikhianati sahabatnya, Park Tae-young (Roh Jae-won).
Digerakkan balas dendam, keduanya berhadapan dalam pertandingan judi global yang melibatkan tokoh dari Jepang dan Vietnam.
Jika film-film sebelumnya berakar pada permainan kartu Korea, Choi sengaja memilih poker Texas Hold 'em untuk menyasar penonton internasional.
Menurutnya, popularitas poker di dunia memberi keuntungan alami bagi film ini sebagai thriller kriminal.
Untuk mencerminkan skala yang lebih luas, para pemain menyampaikan dialog dalam beberapa bahasa, termasuk Inggris dan Jepang.
"Karena latarnya judi global, kami butuh nuansa bahasa yang beragam," ujar Byun.
Ia mengaku bekerja dengan guru bahasa agar bisa mengekspresikan energi karakternya secara natural melalui bahasa berbeda.
Roh juga mengaku berusaha keras menangani dialog multibahasa.
"Saya tidak fasih berbahasa Inggris atau Jepang, tetapi saya belajar keras dengan pelatih agar bisa berbicara lancar saat syuting," katanya.
