Kedua pemeran utama itu saling memuji penampilan satu sama lain di lokasi syuting.
"Byun adalah karakter itu sendiri dari latihan hingga pengambilan gambar, membuat saya iri dan cemburu," kata Roh.
Ia menyebut bekerja dengan senior berbakat seperti itu sebagai hak istimewa besar.
Byun membalas pujian dengan hangat.
"Roh menunjukkan fokus luar biasa di lokasi dan sangat menginspirasi saya. Melihatnya memberi saya energi untuk terus maju sebagai aktor."
Dengan meluas ke Asia Tenggara, film ini menawarkan spektakel visual dan pemandangan eksotis yang membedakannya dari installment sebelumnya.
Skala produksi besar dan sekuens poker yang dinamis menyajikan hiburan yang menarik.
Namun, narasi intinya sedikit tersendat dalam penyampaian emosi.
Kisah balas dendamnya terasa agak lemah sehingga sulit memahami mengapa tokoh utama begitu membenci mantan sahabatnya.
Meski begitu, menutup saga 20 tahun ini tetap menjadi tonggak bagi tim produksi.
"Saya merasa sangat lega dan puas bisa menyelesaikan waralaba 20 tahun ini," kata Byun.
"Tazza: The Song of Beelzebub" akan tayang di bioskop lokal pada 23 September.