unique visitors counter
⌂ Beranda News Pada 2040, Robot Humanoid Diprediksi Lampaui Jumlah Manusia di Bumi
News

Pada 2040, Robot Humanoid Diprediksi Lampaui Jumlah Manusia di Bumi

Ilustrasi robot humanoid di masa depan
Uzbekistan Sulap Sejarah Jadi Narasi Masa Depan Lewat Forum Media dan Perayaan Kemerdekaan
A A Ukuran Teks16px

Perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan robot humanoid diprediksi akan mengubah cara manusia hidup. Elon Musk memperkirakan jumlah robot humanoid di Bumi dapat melampaui populasi manusia pada 2040.

Musk bahkan memperkirakan jumlah robot humanoid bisa mencapai sekitar 10 miliar unit. Jika terealisasi, jumlah itu jauh lebih besar dibanding populasi manusia dunia.

Pandangan ini tidak hanya soal jumlah robot.

Musk melihat AI dan robot sebagai bagian dari perubahan besar dalam dunia kerja, produktivitas, hingga cara manusia memandang uang.

Namun, angka tersebut tetap merupakan prediksi, bukan kepastian.

Perkembangan teknologi, biaya produksi, regulasi, kebutuhan industri, dan penerimaan masyarakat akan menentukan seberapa cepat robot humanoid digunakan luas.

Harga Robot Humanoid Diperkirakan Makin Terjangkau

Salah satu faktor penting dalam mempercepat penggunaan robot adalah harga.

Dalam skenario Musk, robot humanoid masa depan bisa memiliki harga sekitar 20.000 hingga 25.000 dolar AS.

Jika dikonversikan secara kasar, nilainya berada di kisaran Rp300 juta hingga Rp400 juta, tergantung kurs yang berlaku.

Harga tersebut masih tergolong tinggi bagi sebagian besar masyarakat.

Namun, dibanding biaya produksi robot canggih saat ini dan potensi penurunan harga akibat produksi massal, angka itu dapat membuka peluang penggunaan robot di lebih banyak sektor.

Robot humanoid nantinya tidak hanya dibayangkan bekerja di lingkungan industri.

Kemampuannya dapat berkembang untuk membantu pekerjaan rumah, layanan, logistik, hingga berbagai aktivitas yang selama ini membutuhkan tenaga manusia.

AI dan Robot Bisa Mengubah Makna Pekerjaan

Prediksi Musk yang tidak kalah menarik menyangkut masa depan pekerjaan. Ia memperkirakan AI dan robot dapat membuat manusia tidak lagi harus bekerja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam skenario tersebut, pekerjaan bisa berubah menjadi sesuatu yang dilakukan karena manusia memang ingin melakukannya.

📰 Update Terbaru