unique visitors counter
⌂ Beranda News Puncak Kemarau 2026: Agustus Paling Luas, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
News

Puncak Kemarau 2026: Agustus Paling Luas, Ini Wilayah yang Perlu Waspada

Puncak Kemarau 2026: Agustus Paling Luas, Ini Wilayah yang Perlu Waspada
Spotify Perluas Fitur Catatan, Kini Hadir Playlist Notes di Daftar Putar Pilihan Editor
A A Ukuran Teks16px

Memasuki pertengahan tahun, informasi tentang puncak musim kemarau 2026 menjadi penting bagi banyak orang. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan air, aktivitas pertanian, risiko kebakaran lahan, hingga rencana bepergian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026.

>>> Jadwal GIIAS Surabaya 2026: 26-30 Agustus, Tiket Mulai Rp15 Ribu

Namun, tidak semua daerah mengalami kemarau pada waktu yang sama.

Sebagian wilayah sudah mencapai puncaknya pada Juli, sementara daerah lain baru memasuki fase paling kering pada September. Artinya, September belum tentu menjadi tanda bahwa hujan sudah merata.

Kapan Puncak Kemarau 2026?

Berdasarkan pemutakhiran BMKG pada Juni 2026, puncak musim kemarau Indonesia paling banyak diprediksi terjadi pada Agustus 2026.

Sebanyak 369 Zona Musim (ZOM) atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut.

BMKG menyebut kombinasi El NiƱo dan Monsun Australia yang aktif mengonfirmasi durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

Indeks ENSO hingga pertengahan Mei 2026 telah melewati batasan Netral selama 5 dasarian.

Setelah Agustus, kondisi kering masih berlanjut di sejumlah wilayah.

>>> IEE Series 2026 Siap Digelar di JIExpo Jakarta, Targetkan 75.000 Pengunjung

BMKG memperkirakan 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia baru mengalami puncak kemarau pada September.

Sementara itu, 83 ZOM atau sekitar 12,26 persen wilayah telah mencapai puncaknya pada Juli.

Gambaran sederhananya, Juli 2026 sebagian wilayah sudah mencapai puncak kemarau, Agustus menjadi bulan dengan cakupan terluas, dan September sebagian wilayah masih dalam fase puncak.

Pada Oktober hingga November, curah hujan tinggi diperkirakan mulai muncul secara bertahap di sejumlah wilayah. Jadi, jawaban paling sederhana untuk puncak kemarau 2026 adalah Agustus.

Namun, untuk mengetahui kondisi suatu kota atau kabupaten, kalender nasional saja tidak cukup. BMKG menggunakan pembagian Zona Musim karena karakteristik hujan setiap daerah berbeda.

Jawa Tengah, misalnya, tidak selalu memasuki fase kering pada waktu yang persis sama dengan wilayah di Kalimantan atau Nusa Tenggara.

>>> Serangan Rudal Rusia di Kyiv Tewaskan 6 Orang, 33 Terluka

Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi BMKG yang lebih spesifik.

📰 Update Terbaru
stikibot