Serangan rudal Rusia pada Kamis dini hari menewaskan sedikitnya enam orang di Kyiv, menurut otoritas setempat.
Ledakan terdengar di seluruh ibu kota Ukraina sepanjang malam, dan sedikitnya 33 orang terluka dalam serangan tersebut, kata Layanan Darurat Ukraina.
>>> Episode Podcast Raditya Dika dan Nagita Slavina Raib dari YouTube
Peringatan serangan udara tetap aktif hingga Kamis pagi.
Rudal menghantam 12 lokasi di distrik Darnytskyi, Sviatoshynskyi, dan Solomianskyi, merusak bangunan tempat tinggal, fasilitas medis, dan lembaga pendidikan.
Tim penyelamat menarik orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing.
Serangan balik Ukraina
Rusia telah mengintensifkan serangan rudal balistik ke ibu kota untuk membatasi persediaan pertahanan udara Kyiv.
>>> Tragis! Lansia Tewas di Rel Tebet, KRL Bogor-Jakarta Terlambat
Kyiv memiliki sistem yang terbatas untuk mencegat ancaman balistik, sementara pasokan rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot buatan AS tetap sangat terbatas.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengizinkan Ukraina memperoleh lisensi untuk memproduksi sistem pertahanan udara Patriot, tetapi kemudian membatalkan keputusan itu.
Sementara itu, Ukraina meningkatkan serangan jarak jauhnya terhadap depot senjata, fasilitas militer, dan target strategis lainnya di dalam wilayah Rusia.
Di distrik Solomianskyi, dua lantai teratas sebuah bangunan tempat tinggal berlantai sembilan hancur dan kebakaran terjadi di lantai lainnya.
>>> Lima Pemuda Diamankan Brimob Saat Hendak Balap Liar di Duren Sawit
Orang-orang juga terjebak di dua bangunan tempat tinggal dan sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat perlindungan.

