Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2026 akan memasuki rangkaian utama di Jakarta setelah sebelumnya menjangkau Balikpapan dan Surabaya.
Acara ini bertujuan mempertemukan pelaku usaha, penyedia teknologi, dan pemangku kepentingan di sektor energi serta engineering.
>>> Serangan Rudal Rusia di Kyiv Tewaskan 6 Orang, 33 Terluka
Rangkaian utama IEE Series 2026 dijadwalkan berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dalam dua pekan berbeda.
Energy Week digelar pada 2–5 September 2026, sementara Engineering Week berlangsung pada 9–12 September 2026.
Tahun ini, IEE Series 2026 menargetkan lebih dari 75.000 trade attendees dan melibatkan lebih dari 2.000 perusahaan dari 39 negara dan wilayah.
Pameran tersebut akan menggunakan area lebih dari 108.000 meter persegi.
Mengusung Tema Sustainability for Industrial Transformation
IEE Series 2026 mengangkat tema “Sustainability for Industrial Transformation” yang menyoroti pentingnya keberlanjutan dalam proses transformasi industri.
>>> Episode Podcast Raditya Dika dan Nagita Slavina Raib dari YouTube
Tema tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan industri nasional yang menekankan keterhubungan antara rantai pasok, hilirisasi, infrastruktur, energi, teknologi, hingga peningkatan produktivitas.
Dalam penyelenggaraannya di Jakarta, IEE Series menghadirkan 10 platform pameran yang mencakup sektor energi, ketenagalistrikan, baterai, infrastruktur digital, konstruksi, pertambangan, minyak dan gas, pengelolaan air, pengecoran logam dan metalurgi, hingga manajemen kebencanaan dan perlindungan sipil.
Selain pameran, IEE Series juga diposisikan sebagai knowledge hub bagi industri melalui seminar, forum, dan diskusi.
Selama dua pekan, sebanyak 279 thought leaders dijadwalkan hadir dalam 47 sesi seminar.
Energy Week Soroti Energi, Baterai dan Data Center
Energy Week yang berlangsung pada 2–5 September 2026 akan menghadirkan empat hybrid stages dengan 21 sesi seminar.
>>> Tragis! Lansia Tewas di Rel Tebet, KRL Bogor-Jakarta Terlambat
Program tersebut melibatkan 73 thought leaders dan mendapat dukungan dari 12 asosiasi industri.
