Tim sepak takraw Indonesia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum berhasil menyumbang medali emas pada Asian Games 2026.
Target satu medali emas di nomor Men's Quadrant tidak tercapai, meskipun Indonesia membawa pulang satu perak dan tiga perunggu.
Ketua Umum Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Surianto menyatakan permohonan maaf secara langsung.
"Kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kami hanya bisa mempersembahkan perak di nomor Men's Quadrant," kata Surianto.
Surianto menambahkan bahwa capaian tersebut tetap prestasi luar biasa karena semua nomor yang diikuti menyapu bersih medali.
"Dari empat nomor, semua dapat medali. Satu perak dan tiga medali perunggu.
Jadi, saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia karena kami tidak dapat mempersembahkan medali emas," ujar Surianto.
Ia berharap pada SEA Games atau Asian Games mendatang tim dapat memberikan yang terbaik.
Fondasi Regenerasi dan Evaluasi Teknis
PSTI menilai capaian di Asian Games menjadi fondasi krusial bagi proses regenerasi atlet.
Skuad yang dikirim didominasi pemain muda berusia 17 hingga 19 tahun.
"Kami berharap mereka bisa ada regenerasi yang akan datang. Jadi kami betul-betul membina apalagi lewat liga," kata Surianto.
Pembinaan tersebut diwujudkan melalui rencana Liga Utama Sepak Takraw yang dijadwalkan bergulir 28 November 2026 di Jakarta.
Kapten tim Muhammad Hardiansyah Muliang mengevaluasi kekalahan di final beregu putra melawan Jepang.
Menurutnya, kekalahan terjadi karena faktor strategi meski sudah memahami pola permainan lawan yang dihuni pemain senior.
"Kami sedikit tahu strategi masing-masing. Cuma kemarin kita kalah teknis saja.
Karena di set ketiga angkanya enggak, beda dua biji saja. Jadi kita kalah strategi," kata Hardiansyah.
Asian Games dan Liga Utama menjadi bahan persiapan menuju Piala Dunia Sepak Takraw 2027.
Hardiansyah menyebut hasil ini akan membuat persiapan seleksi atlet dan pelatih lebih matang.
