Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026, sempat menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta.
Dampaknya, Bandara Soekarno-Hatta sempat ditutup sementara dan Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga Selasa, 8 September 2026.
Badan Geologi melaporkan erupsi menerus selama 25 jam telah berhenti dan digantikan erupsi strombolian.
Kini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan kabar terbaru mengenai sebaran abu vulkanik.
Abu Vulkanik Mulai Menjauh
BMKG mengungkapkan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia.
Hal ini terpantau sejak hari ini, Selasa, 8 September 2026 pukul 04.00 WIB.
"Sebaran abu vulkanik GAK (Gunung Anak Krakatau) diprakirakan bergerak menjauhi wilayah Indonesia," demikian keterangan resmi BMKG.
Dengan demikian, abu vulkanik yang sempat menyelimuti Jakarta diperkirakan akan berangsur hilang.
