unique visitors counter
⌂ Beranda News Krisis Air Bersih Meluas, 25 Kecamatan Tangerang Berstatus Awas
News

Krisis Air Bersih Meluas, 25 Kecamatan Tangerang Berstatus Awas

Ilustrasi lahan kering akibat kekeringan di Kabupaten Tangerang
Xiaomi Buka Pre-order Mijia Air Purifier 6C, Fokus Bersihkan Formaldehida
A A Ukuran Teks16px

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang menetapkan status Awas Bencana Kekeringan di 25 kecamatan.

Penetapan ini menyusul kemarau ekstrem berkepanjangan yang dipicu fenomena atmosfer El Nino Godzilla.

Status awas berlaku bagi wilayah yang berpotensi tidak mengalami curah hujan lebih dari 60 hari atau memiliki intensitas hujan sangat rendah.

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengonfirmasi krisis air bersih dan kekeringan telah meluas hampir ke seluruh wilayah administrasi.

"Kekeringan itu hampir di seluruh kecamatan, total saat ini ada 25 kecamatan itu tidak ada hujan," ujar Taufik, Kamis, 17 September 2026.

Taufik menjelaskan penetapan status siaga merujuk peringatan dini BMKG pada Dasarian II September 2026, periode 11–20 September 2026.

Status ini diperkirakan berlangsung hingga 60 hari ke depan.

Meski di beberapa titik sempat turun hujan, intensitasnya sangat tipis dan tidak merata.

Kondisi itu justru memicu kerawanan lain, seperti meningkatnya peristiwa kebakaran lahan.

"Sebab ada hujan pun hanya gerimis, paling sekitaran Tigaraksa. Tapi kan malah di situ yang terbanyak jumlah kebakarannya," pungkas Taufik.

Daftar 25 Kecamatan Status Awas Kekeringan

Berikut daftar 25 kecamatan di Kabupaten Tangerang yang berpotensi mengalami kekeringan: Balaraja, Cikupa, Cisauk, Curug, Gunung Kaler, Jambe, Jayanti, Kelapa Dua, Kresek, Kronjo, Kosambi, Legok, Mauk, Mekar Baru, Pagedangan, Pakuhaji, Panongan, Pasar Kemis, Rajeg, Sepatan Timur, Solear, Sukadiri, Sukamulya, Teluknaga, dan Tigaraksa.

📰 Update Terbaru