unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Stadion Vallecas Dirusak Oknum Fans, Protes Kepada Presiden Rayo Vallecano
News

Stadion Vallecas Dirusak Oknum Fans, Protes Kepada Presiden Rayo Vallecano

Stadion Vallecas markas Rayo Vallecano yang menjadi sasaran vandalisme oknum suporter
Stadion Vallecas Dirusak Oknum Fans, Protes Kepada Presiden Rayo Vallecano
A A Ukuran Teks16px

Stadion Vallecas, markas Rayo Vallecano, menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum suporter.

Perusakan fasilitas ini merupakan bentuk protes keras penggemar terhadap kepemimpinan Presiden Klub, Raul Martin Presa.

Aksi tersebut dikabarkan terjadi pada akhir pekan lalu, seperti dilansir dari Detik Sport.

Area tribun VIP dilaporkan menjadi sasaran corat-coret, sementara beberapa kursi penonton ditemukan robek dan disiram cat merah.

Di area tribun utama yang diperuntukkan bagi jajaran pejabat klub, terlihat tulisan berbunyi "Presa Veta Ya" atau "Presa Pergi Sekarang".

Pesan tersebut secara eksplisit ditujukan kepada sang presiden klub agar segera mundur dari jabatannya.

Berdasarkan laporan The Sun, gelombang protes ini dipicu kekecewaan pendukung Rayo Vallecano atas sikap Martin Presa.

Sang presiden menganggap Stadion Vallecas sudah usang serta tidak layak, sementara suporter menilai pihak manajemen sengaja membiarkan arena tersebut terbengkalai.

Akibat dinilai tak memenuhi standar keamanan oleh otoritas berwenang sejak awal musim, stadion berkapasitas 14.708 penonton ini belum bisa digunakan untuk laga kandang.

Situasi tersebut memaksa Rayo Vallecano memboyong laga kandang mereka ke markas Leganes di Estadio Butarque.

Manajemen Rayo Vallecano Kecam Aksi Vandalisme

Menanggapi peristiwa perusakan arena tersebut, manajemen Rayo Vallecano memberikan pernyataan resmi yang mengecam keras tindakan oknum pendukungnya.

Pihak klub mengategorikan aksi vandalisme itu sebagai bentuk ujaran kebencian yang menyasar institusi serta jajaran pimpinan.

"Rayo Vallecano dari Madrid mengumumkan secara publik bahwa pada malam hari ini telah terjadi penyerangan terhadap Stadion Vallecas, markas sosial klub; tribun kehormatan telah dirusak dan dihancurkan, sebagaimana yang terus terjadi pada fasad Stadion kami," tulis pernyataan resmi klub lewat akun media sosial X.

Manajemen klub menilai insiden tersebut sebagai bagian dari intimidasi beruntun yang dialami pimpinan organisasi.

Pihak klub menegaskan aksi kekerasan tersebut tidak akan menggoyahkan langkah tim dalam mengarungi kompetisi musim ini.

"Gambar-gambar ini adalah bukti nyata dari kebencian yang ditanamkan dan memperlihatkan bagaimana bentuk kerja sama publik-swasta dipahami.

Ini merupakan satu lagi tindakan dari kampanye pelecehan, pemerasan, dan intimidasi yang dialami presiden kami beserta keluarganya, dan dengan demikian seluruh Rayo Vallecano de Madrid sejak 28 Juli lalu," lanjut pernyataan tersebut.

Pihak klub juga memastikan telah mengontak kepolisian untuk memproses hukum para pelaku perusakan fasilitas markas mereka.

"Hal ini telah disampaikan kepada pihak berwenang dengan melampirkan gambar-gambar tersebut. Pada hari Senin akan dibuat laporan resmi yang melampirkan rekaman dari kamera keamanan," pungkas keterangan klub.

Insiden ini terjadi di tengah perjuangan Rayo Vallecano yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero.

Klub yang meminjam Audero dari Como 1907 tersebut saat ini menduduki posisi ke-12 klasemen sementara Liga Spanyol dengan koleksi 8 poin.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru