Pasar Nambu di Jeonju, Korea Selatan, bersiap menyambut pengunjung muda dengan konsep baru: buka hingga pagi.
Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata bersama Organisasi Pariwisata Korea akan menggelar acara bertajuk "All-Day Trip" di pasar bersejarah itu.
Acara ini menggabungkan kegemaran olahraga dengan eksplorasi malam hari. Tujuannya, menghidupkan kembali peran pasar dalam lanskap pariwisata modern kota.
Kegiatan dimulai Sabtu malam, bertepatan dengan laga penting antara Jeonbuk Hyundai Motors dan Pohang Steelers di stadion terdekat.
Penyelenggara mendorong penggemar untuk memadati pasar sebelum dan sesudah pertandingan.
Suporter yang datang dengan jersey tim dan mengunggah bukti ke media sosial akan mendapat voucher belanja di kios pasar.
Dengan begitu, atraksi olahraga berpadu dengan kuliner lokal.
Saat malam tiba, jalan sepanjang 100 meter di dekat pasar akan ditutup untuk kendaraan, menjadi zona khusus pejalan kaki.
Pengunjung dapat mencicipi hidangan lokal di pasar malam atau mampir ke "Moi-jang", ruang budaya baru di bekas aula pasar grosir hortikultura yang direnovasi.
Di Moi-jang, pengunjung bisa menikmati minuman dan pertunjukan akustik langsung hingga lewat tengah malam.
Nama tempat ini berasal dari kata Korea "moida" yang berarti berkumpul, dan "jang" yang berarti pasar atau tempat berkumpul.
Bagi yang ingin begadang, Taman Langit di atap pasar akan berubah menjadi bioskop terbuka.
Film "La La Land" diputar pukul 22.00, disusul film kuliner Korea "Little Forest" pada tengah malam.
Saat Minggu pagi tiba, penonton bisa turun ke lorong pasar yang mulai ramai. Mereka dapat mengakhiri malam dengan sup tauge dan sosis darah khas Jeonju.
Acara ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi kepercayaan konsumen. Para pedagang berkomitmen untuk memberi label harga yang jelas, menyediakan pembayaran kartu, dan meningkatkan sanitasi.
Langkah ini diharapkan mengatasi hambatan bagi wisatawan mancanegara.
Kang Dong-jin, direktur jenderal Kebijakan Pariwisata di kementerian, mengatakan proyek ini menghubungkan pasar tradisional dengan aset budaya Jeonju yang lebih luas.
Tujuannya, menawarkan pengalaman hingga matahari terbit bagi generasi muda.
Dengan mendanai program-program baru dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, pihak berwenang berharap pasar bersejarah seperti Nambu tetap menjadi pusat kehidupan kontemporer yang dinamis.