TANGERANG - Gelombang penutupan usaha kembali melanda pasar tradisional. Pengelola Pasar Gudang di Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, mencatat hampir separuh pedagangnya berhenti berjualan.
Fenomena ini dipicu oleh sepinya pembeli yang kini lebih memilih belanja melalui platform online.
>>> Cara Cek Hasil Seleksi Administrasi Sekolah Kedinasan 2026 Hari Ini, Link Resmi di Sini
Acep Jayadiwira, pengelola Pasar Gudang Tigaraksa, mengungkapkan bahwa tekanan ekonomi paling berat dirasakan pedagang pakaian di lantai dua.
Dari sekitar 350 pedagang yang terdaftar, kini hanya separuhnya yang masih bertahan.
"Hari Minggu yang seharusnya jadi puncak penjualan pun kondisi pasar tetap sepi," ujar Acep kepada Pos Kota, Rabu, 2 September 2026.
Dua Faktor Utama Penyebab Sepinya Pasar
Acep menyebut dua faktor utama yang membuat aktivitas ekonomi di pasar tradisional tidak tumbuh.
Pertama, kemudahan akses belanja kebutuhan sehari-hari dan pakaian melalui aplikasi digital membuat minat masyarakat datang langsung ke pasar fisik terus merosot.
>>> Trump Sebut Korsel dan Jepang Akan ke Alaska untuk Ambil Minyak dan Bangun Pipa
Kedua, kehadiran pasar tumpah akhir pekan di area sekitar RSUD Tigaraksa hingga kawasan Pemda dinilai merebut pangsa pasar lokal.
Kombinasi kedua faktor ini membuat sebagian besar pedagang kehabisan modal untuk memperpanjang sewa kios maupun memutar stok barang dagangan.
"Selain online, 70 persen pembeli beralih ke pasar tumpah," kata Acep.
Dampak dari kombinasi faktor ini membuat sebagian besar pedagang kehabisan modal untuk memperpanjang sewa kios maupun memutar stok barang dagangan.
>>> Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Tetap Solid
Kondisi ini diperparah dengan sepinya pengunjung pada hari Minggu yang biasanya menjadi puncak penjualan, sehingga banyak pedagang yang akhirnya memilih untuk menutup usahanya.
