Aktris Sherina Munaf berbagi pengalaman saat mengunjungi langsung lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Ia datang bersama tim Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF).
Dalam unggahan di media sosial pada Rabu (2/9), Sherina mengawali ceritanya dengan rencana keberangkatan yang sempat tertunda.
Cuaca buruk dan asap tebal memengaruhi jarak pandang penerbangan.
"Susah gitu visibilitasnya dan ketika mulai descending untuk landing itu mulai tuh, mulai keruh sampai akhirnya enggak kelihatan apa-apa, dan itu bukan awan," cerita Sherina.
"Itu asap dan bau asapnya itu sampai masuk ke dalam pesawat."
Ia langsung memakai masker karena merasa gatal. Pemandangan Kalimantan baru terlihat jelas saat pesawat mendekati daratan.
Setibanya di sana, Sherina berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan dan bertemu tim yang berupaya memadamkan api.
Mereka juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk menentukan titik kunjungan.
Sherina dan rombongan turut memberikan bantuan logistik. Selama di lokasi, ia melihat langsung bekas lahan terbakar dan api-api kecil yang masih menyala.
"Kami dikabarkan di Jalan Lingkar Luar itu ada sumber api juga, sepertinya sih sudah dipadamin cuma kami bisa melihat bekasnya tuh hitam gitu dan ada beberapa api-api kecil," tuturnya.
"Jadi aku ngelihat api yang sekecil itu aja impact asapnya sudah parah banget."
Sherina mengaku tak membayangkan bagaimana warga setempat menahan dampak asap setiap hari. Ia juga berencana mengunjungi pusat rehabilitasi BOSF di Nyaru Menteng untuk melihat kondisi sekolah hutan.
Ia menyoroti tindakan preventif yang perlu dilakukan demi keamanan sekitar 200 orang utan di sana.
"Kami juga akan berangkat ke Tambore dan itu sekitar 2,5 jam dari Palangkaraya di situ yang memang bermasalah banget apinya," ungkap Sherina.
Karhutla melanda sejumlah provinsi di Kalimantan dan Sumatra. Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbitkan instruksi mendesak bagi enam gubernur untuk memperketat penanganan.
Karhutla yang tak kunjung membaik berpotensi menyebabkan ISPA, iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Kabut asap juga mengganggu jarak pandang dan menghambat transportasi.
Sejauh ini, Kementerian Lingkungan Hidup menyegel 21 badan usaha terkait karhutla.
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat merinci, 7 di Kalimantan Barat, 4 di Sumatera Selatan, 4 di Kalimantan Selatan, 3 di Kalimantan Tengah, serta masing-masing 1 di Kalimantan Timur, Lampung, dan Riau.