unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Cosplay
Lifestyle

Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Cosplay

Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Cosplay
Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Cosplay
A A Ukuran Teks16px

Museum Nasional Korea kembali menggelar kontes cosplay bertajuk "Dress Like a Museum" yang mengubah artefak kuno menjadi kostum kreatif.

Acara tahun ini berlangsung meriah dengan 275 tim dan 643 peserta, lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya 83 pendaftar.

>>> AI Siap Ubah Wisata Hadong: Enam Perusahaan Teknologi Terpilih

Kontes yang dimulai dua tahun lalu ini kini menjadi ajang fandom warisan budaya yang berkembang pesat.

Para peserta tidak hanya meniru artefak, tetapi juga menghidupkannya melalui cerita dan penampilan mereka sendiri.

Dari Program Promosi Menjadi Festival Budaya

Program ini pertama kali diadakan pada 2024 sebagai bagian dari promosi museum untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kekayaan budaya nasional.

Saat itu hanya 36 tim yang berpartisipasi, namun jumlahnya melonjak lebih dari tujuh kali lipat hanya dalam dua tahun.

Jung Jae-hyun, spesialis humas museum, mengungkapkan kegembiraannya melihat popularitas program ini. "Kami senang melihat semakin banyak orang tertarik pada artefak melalui program ini," ujarnya.

Menurut Jung, festival ini bermakna karena menghubungkan orang-orang dari berbagai usia dan daerah melalui artefak.

Awalnya acara kecil, tetapi antusiasme publik yang besar mendorong perluasan program sejak tahun lalu.

Kreativitas Tanpa Batas Peserta

Salah satu peserta mengecat seluruh tubuhnya dengan warna emas untuk meniru Bodhisattva Pensive, ikon museum yang sedang termenung.

Tim lain mengubah lonceng ritual Zaman Perunggu menjadi kostum dua orang dengan tubuh dicat perunggu dan kain besar sebagai struktur.

Sebuah tim pekerja kantoran menghidupkan kembali ubin atap keramik dari Kerajaan Silla yang tersenyum.

>>> Geobukseom dan Oido: Dua Sisi Pantai Barat yang Tenang di Siheung

Mereka mengecat tubuh abu-abu, berbaring di bawah kostum menyerupai puncak atap tradisional, dan hanya memperlihatkan wajah dengan senyum lebar.

📰 Update Terbaru