unique visitors counter
⌂ Beranda News Heboh Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo: Emil Dardak Tegas Bantah Isu Santri Meninggal, Simak Kronologi Lengkap dan Update Kondisi Terkini
News

Heboh Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo: Emil Dardak Tegas Bantah Isu Santri Meninggal, Simak Kronologi Lengkap dan Update Kondisi Terkini

Heboh Dugaan Keracunan MBG di Ponpes Sidoarjo: Emil Dardak Tegas Bantah Isu Santri Meninggal, Simak Kronologi Lengkap dan Update Kondisi Terkini
BGN Terapkan Aturan 4 Jam, Sudaryono: Lewat Batas, Jangan Dimakan
A A Ukuran Teks16px

Kegaduhan dan kekhawatiran melanda lingkungan Pondok Pesantren Manba’ul Hikam yang berlokasi di Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026). Insiden dugaan keracunan massal yang melibatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini sempat memicu kepanikan luar biasa, terutama setelah beredarnya informasi tidak benar di media sosial yang menyebutkan bahwa belasan santri dikabarkan meninggal dunia.

Menanggapi isu yang berpotensi meresahkan publik tersebut, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, turun tangan dengan cepat. Melalui koordinasi intensif dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Emil memberikan klarifikasi tegas bahwa tidak ada satupun santri yang meninggal dunia akibat insiden ini.

“Kami telah mengonfirmasi langsung ke pihak BGN dan manajemen rumah sakit, dan tidak ada informasi atau data yang menyebutkan adanya santri yang meninggal dunia. Isu tersebut adalah hoaks yang tidak berdasar,” tegas Emil Dardak kepada awak media, Selasa (1/9/2026) malam. Klarifikasi ini menjadi penegas penting di tengah derasnya arus informasi yang belum terverifikasi, mengingat situasi krisis kesehatan sering kali dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan disinformasi.

Kronologi Kejadian: Dari Keluhan Ringan hingga Evakuasi Massal

Insiden ini bermula dari aktivitas makan siang para santri yang menyantap menu MBG seperti biasa. Namun, situasi berubah mencekam setelah pelaksanaan shalat Ashar. Sejumlah santri mulai mengeluhkan gejala fisik yang tidak wajar, seperti kepala pusing, perut mual, hingga lemas yang tidak kunjung membaik.

Keluhan yang awalnya bersifat individual ini dengan cepat berkembang menjadi keluhan massal. Menyadari potensi bahaya yang mengancam keselamatan ratusan anak didik, pihak pengurus pondok pesantren segera mengambil langkah tanggap darurat. Puncak kepanikan terjadi usai shalat Maghrib, ketika ratusan santri secara serentak dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang komprehensif.

📰 Update Terbaru