Ada pula yang membawa bahasa kontemporer ke benda kuno. Tim "Bangtap Goryeo-dan" yang merupakan plesetan dari nama BTS, terinspirasi pagoda perunggu era Goryeo.
Mereka membangun struktur bertingkat tinggi, mengenakan baju zirah perunggu, dan menempatkan sosok hitam di tengahnya.
Kontes ini memadukan tata bahasa fandom K-pop dan cosplay, di mana penggemar memilih favorit, mempelajari detail, membuatnya milik sendiri, dan mencari pengakuan dari komunitas yang memahami referensi tersebut.
Acara ini juga terkait erat dengan transformasi museum yang semakin memposisikan diri sebagai destinasi gaya hidup, bukan sekadar institusi khusyuk.
Dengan merchandise populer, ruang pameran yang fotogenik, dan program budaya yang diperluas, museum menarik lebih banyak pengunjung.
Tahun lalu, sekitar 6.000 pengunjung hadir di acara langsung setelah foto-foto peserta viral di media sosial.
Para juri menilai motivasi peserta memilih warisan budaya, keterkaitan dengan daerah asal, pemahaman dan reinterpretasi kreatif, serta potensi jangkauan publik.
Kontes ini menawarkan hadiah total 40 juta won (sekitar Rp 470 juta).
>>> Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Kostum
Babak penyisihan regional akan digelar di museum nasional di Chuncheon, Gongju, Daegu, dan Jeonju pada akhir pekan September, dengan final di plaza terbuka Museum Nasional Korea di Seoul pada 19 September.