unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Aktivis Hong Kong Joshua Wong Akui Bersalah atas Tuduhan Kolusi Asing
News

Aktivis Hong Kong Joshua Wong Akui Bersalah atas Tuduhan Kolusi Asing

Joshua Wong di pengadilan Hong Kong
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Akui Bersalah atas Tuduhan Kolusi Asing
A A Ukuran Teks16px

Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Joshua Wong, mengaku bersalah atas tuduhan kolusi asing pada Rabu (2/9/2026).

Ini merupakan persidangan kedua terkait keamanan nasional yang menjeratnya, dengan potensi hukuman penjara seumur hidup.

Wong dituduh meminta negara, individu, atau lembaga asing untuk menjatuhkan sanksi atau blokade, atau terlibat dalam aktivitas permusuhan lainnya terhadap Hong Kong dan China pada 2020.

Tuduhan itu muncul setelah Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional di pusat keuangan tersebut.

Pria berusia 29 tahun yang dikenal sebagai salah satu wajah gerakan demokrasi Hong Kong itu saat ini tengah menjalani hukuman hampir lima tahun atas tuduhan subversi.

Ia dijadwalkan bebas tahun depan, tetapi kelompok hak asasi menilai dakwaan baru ini bertujuan menahannya selama mungkin.

Dalam persidangan, Wong duduk di ruang terdakwa saat dakwaan dibacakan, lalu mengonfirmasi pengakuan bersalahnya.

Ia tersenyum dan mengangguk sebagai tanda terima kasih setelah seorang pendukung meneriakkan 'bertahanlah!' dari galeri publik.

Jaksa mengatakan Wong dan aktivis lain melobi di media sosial untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari luar negeri.

Wong juga menulis untuk surat kabar dan berbicara kepada media untuk menyerukan sanksi internasional terhadap China dan Hong Kong setelah undang-undang keamanan berlaku.

Ia juga bertemu dengan politisi asing, termasuk mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dan Menteri Luar Negeri AS saat ini Marco Rubio.

Setelah dakwaan dibacakan, Wong berdiri dan berkata dengan lantang kepada hakim: 'Konfirmasi.'

Hakim mengatakan vonis akan dijatuhkan 'secepat mungkin' tanpa menyebutkan tanggal pasti.

Wong adalah salah satu dari puluhan aktivis pro-demokrasi yang dihukum dalam persidangan keamanan nasional terbesar di kota itu setelah terlibat dalam pemilihan informal pada 2020.

Tetap berjuang

Mantan pemimpin mahasiswa ini telah menjadi duri bagi Beijing selama lebih dari satu dekade setelah mencuat dalam protes Gerakan Payung 2014.

Ia terlibat dalam demonstrasi demokrasi besar-besaran yang kadang berujung kekerasan pada 2019, yang memicu Beijing memberlakukan undang-undang keamanan nasional pada tahun berikutnya.

Louis Lee, mantan anggota kelompok pelajar Scholarism yang kini dibubarkan dan didirikan bersama oleh Wong, rutin mengunjunginya di penjara.

Lee mengatakan kepada AFP sebelum sidang bahwa Wong tetap 'energik' selama ditahan dengan berolahraga, bermain gitar, dan mengikuti kursus universitas.

'Saya yakin dia tidak pernah menyerah dan akan terus mencari pengetahuan serta mempelajari keterampilan baru,' kata Lee.

'Sebagian orang merasa Joshua seolah menghilang dari publik, tetapi kenyataannya dia tidak pernah menyerah pada dirinya sendiri. Dia terus berjuang menjadi pribadi yang lebih baik.'

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru