Shein dikabarkan menargetkan peluncuran penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong pada Senin pekan depan, dengan target pencatatan pada 1 September.
Dua sumber menyebutkan tanggal tersebut, namun satu sumber lain mengatakan pencatatan bisa terjadi beberapa hari setelahnya.
>>> Mitra Dagang Iran di Persimpangan: Antara Teheran dan Washington
Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa Shein berencana mencatatkan saham pada 28 Agustus.
Penundaan ini terjadi karena pertumbuhan yang melambat dan biaya yang meningkat telah meredam minat investor terhadap Shein.
Peritel mode cepat online ini sebelumnya dipandang sebagai penantang disruptif bagi peritel mapan seperti H&M dan Zara, berkat rantai pasokan yang cepat dan harga yang sangat rendah.
>>> Diskon Tambah Daya 50 Persen, PLN Luncurkan Program Merdeka Daya HUT ke-81 RI
Investor Inti dan Valuasi
Di antara investor inti dalam IPO ini adalah divisi manajemen aset UBS Group, yang akan berinvestasi di Shein untuk pertama kalinya, menurut sumber keempat yang mengetahui langsung masalah ini.
Juru bicara bank Swiss itu menolak berkomentar. Investor inti setuju untuk membeli sejumlah saham sebelum IPO dan terikat masa lockup enam bulan.
Shein menargetkan valuasi US$26 miliar hingga US$27 miliar, turun tajam dari valuasi US$100 miliar yang diraih dalam penggalangan dana swasta pada 2022.
>>> Kolaborasi BUMD dan Baznas DKI Salurkan Bantuan ke NTT
Perusahaan sebelumnya mengincar valuasi IPO US$30 miliar hingga US$40 miliar saat pertemuan investor dimulai. Shein tidak menanggapi permintaan komentar.
