unique visitors counter
⌂ Beranda › News › PSSI dan Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia, Pakai Teknologi K-TechFit hingga 2030
News

PSSI dan Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia, Pakai Teknologi K-TechFit hingga 2030

Jersey terbaru Timnas Indonesia hasil kerja sama PSSI dan Kelme
PSSI dan Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia, Pakai Teknologi K-TechFit hingga 2030
A A Ukuran Teks16px

PSSI dan Kelme resmi meluncurkan jersey terbaru Timnas Indonesia pada Maret 2026. Peluncuran ini menjadi pembuka kerja sama keduanya hingga 2030.

Kostum bertanding tersebut memadukan estetika dan teknologi tekstil mutakhir. Fokus utamanya adalah menunjang performa atlet di lapangan.

Teknologi Material untuk Performa

Kelme merancang material jersey dengan bobot ringan, sirkulasi udara optimal, dan kelenturan tinggi. Kain ultraringan berdaya napas tinggi diaplikasikan untuk mempercepat penguapan keringat.

Fitur pengelolaan panas menjadi krusial mengingat iklim Indonesia yang panas dan lembap. Pakaian olahraga modern kini mengutamakan interaksi bahan kain terhadap sirkulasi udara dan keringat pemain.

Versi replika suporter dibekali fitur moisture wicking dan quick drying. Mekanisme ini menarik keringat dari kulit ke permukaan kain agar cepat menguap.

Teknologi micro-perforation atau lubang udara mikro turut disematkan pada titik strategis. Ukuran lubang yang sangat kecil membuat tampilannya tersamar dari kejauhan.

Jalur ventilasi ini bekerja optimal tanpa mengurangi keutuhan permukaan kain jersey. Sifat bahan yang elastis dan fleksibel membuat pergerakan pemain tidak terhalang.

Perbedaan Versi Pemain dan Suporter

Pengembangan versi player issue memanfaatkan pola ergonomis 3D dari data ukuran tubuh pemain. Pemotongan bahan dirancang mengikuti kontur bahu, torso, dan kaki sesuai pergerakan fisik.

Pola spesifik ini membedakan versi pemain dari ukuran standar seperti S, M, atau L. Teknologi K-TechFit serta DrySport+ Fabric disematkan khusus pada jersey versi pemain.

Fitur tersebut menjaga stabilitas material sekaligus memaksimalkan sirkulasi udara dan penyerapan keringat. Versi replika suporter menggunakan bahan poliester standar dengan fitur pengering cepat.

Pembedaan ini menjaga performa atlet di lapangan sekaligus memberikan harga terjangkau bagi pendukung. Material 100 persen poliester digunakan pada jersey kandang maupun tandang varian player issue.

Serat ini dipilih karena karakteristiknya yang ringan, tahan lama, serta optimal mengelola kelembapan. Perancangan seragam ini melibatkan kolaborasi antara PSSI dan pelatih Timnas Indonesia, John Herdman.

CEO Kelme Indonesia Kevin Wijaya mengonfirmasi keterlibatan pelatih dalam memverifikasi kualitas bahan.

"Fokusnya adalah memastikan material yang digunakan memiliki sirkulasi udara yang baik, ringan dan nyaman ketika dipakai bertanding," kata Kevin Wijaya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru