unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Net Sell Asing GOTO Rp979 Miliar, IHSG Ikut Turun 3,28 Persen
News

Net Sell Asing GOTO Rp979 Miliar, IHSG Ikut Turun 3,28 Persen

Ilustrasi pergerakan saham GOTO di Bursa Efek Indonesia saat investor asing melakukan aksi jual
Net Sell Asing GOTO Rp979 Miliar, IHSG Ikut Turun 3,28 Persen
A A Ukuran Teks16px

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau net foreign sell pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) sebesar Rp979,40 miliar sepanjang pekan perdagangan yang berakhir Jumat (2/10).

Penjualan masif ini menempatkan GOTO di posisi teratas saham yang paling banyak dilepas asing di Bursa Efek Indonesia.

Selain mencatat nilai aksi jual terbesar, harga saham GOTO juga mengalami anjlok paling tajam di antara deretan saham net sell asing lainnya.

Saham emiten teknologi tersebut terkoreksi hingga 40 persen dalam sepekan ke posisi Rp30 per unit.

Tekanan Jual Meluas ke Saham Perbankan dan Emiten Lain

Tekanan jual oleh investor asing juga menekan sejumlah saham kelas atas lainnya, khususnya di sektor perbankan pelat merah dan swasta.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menduduki peringkat kedua dengan net foreign sell Rp858,17 miliar dan penurunan harga 1,23 persen ke level Rp4.030 per saham.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyusul di urutan ketiga dengan net foreign sell Rp469,98 miliar, yang membuat harganya melemah 6,64 persen menjadi Rp2.250 per unit.

Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) masing-masing mencatat aksi jual asing Rp291,86 miliar dan Rp183,52 miliar.

Beberapa emiten lain yang turut mengalami net foreign sell signifikan adalah PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar Rp117,93 miliar, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) Rp97,73 miliar, serta PT Singaraja Putra Tbk (SINI) Rp85,44 miliar.

Selain itu, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) tercatat dilepas asing masing-masing Rp81,11 miliar dan Rp80,20 miliar.

Gelombang pelepasan saham oleh investor asing terjadi di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Meski sempat menguat 0,46 persen ke posisi 6.036,89 pada perdagangan Jumat (2/10), IHSG secara akumulasi mingguan merosot 3,28 persen dengan total net sell asing mencapai Rp3,90 triliun di pasar reguler.

Kondisi pasar saham domestik dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan internal.

Tekanan eksternal dipicu pelemahan nilai tukar rupiah, kenaikan yield US Treasury, tingginya harga minyak akibat dinamika geopolitik, serta ekspektasi kebijakan The Fed yang hawkish.

Dari dalam negeri, sentimen pasar terpengaruh oleh penyesuaian batas harga minimum saham BEI menjadi Rp1, reshuffle Kabinet Merah Putih, dan penerapan mekanisme short selling per Oktober.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru