unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Kafe Ramah Pelari Muncul di Korea, Tanda Gaya Hidup Sehat Makin Populer
Lifestyle

Kafe Ramah Pelari Muncul di Korea, Tanda Gaya Hidup Sehat Makin Populer

Kafe ramah pelari di Korea
Kafe Ramah Pelari Muncul di Korea, Tanda Gaya Hidup Sehat Makin Populer
A A Ukuran Teks16px

Kafe ramah pelari mulai bermunculan di dekat rute lari populer di Korea, seperti Han River, Olympic Park, Seoul Forest di Seoul, Haeundae Beach di Busan, dan pesisir Pulau Jeju.

Pelanggan yang membuktikan telah berlari pada hari yang sama bisa mendapatkan diskon minuman dan penitipan tas.

>>> Korea Times Resmi Luncurkan Program Global Supporters 2026 dengan 50 Mahasiswa dari 41 Negara

Konsep ini bertujuan menjadikan kopi atau brunch setelah lari sebagai bagian dari rutinitas kesehatan yang lebih luas.

Berbeda dengan fasilitas publik seperti Runner Station milik Pemerintah Metropolitan Seoul yang menyediakan ruang ganti dan loker, atau pusat penyewaan dari merek pakaian olahraga yang meminjamkan sepatu dan pakaian lari.

Meski awalnya untuk menarik pelanggan, sebagian besar pemilik kafe mengaku lebih terdorong oleh antusiasme terhadap budaya lari daripada keuntungan.

"Sebagai pelari, saya membuat kafe ini ramah pelari pada Mei 2025 karena ingin berbagi budaya lari," kata Kang Dong-won, pemilik Evan Coffee di Mapo, Seoul.

"Seberapa pun populernya lari, basis pelanggan pasti terbatas, jadi kebanyakan orang yang mengoperasikan kafe untuk pelari mungkin lebih peduli pada budaya daripada keuntungan."

Evan Coffee di Mangwon-dong, Mapo, menawarkan diskon minuman dan penitipan tas untuk pelari.

Sekitar 10 hingga 20 pelari mengunjungi kafe ramah pelari ini per bulan.

>>> Korea Jelma Menjadi Galeri Seni Terbuka Raksasa Sepanjang September

Beberapa kafe bahkan mengadakan lari komunitas.

Momos Coffee cabang Marine City di Busan mengadakan lari gratis untuk staf dan pelanggan pada Sabtu pertama setiap bulan, sementara beberapa lokasi FOURB melakukan hal yang sama pada Sabtu terakhir setiap bulan.

"Awalnya hanya karyawan kami yang lari bersama, tapi sudah lebih dari lima tahun kami berlari dengan pelanggan," kata Kim Se-young, kepala dukungan operasional FOURB.

"Sangat memuaskan bisa berbagi budaya sehat lebih dari sekadar menjual minuman."

Munculnya kafe semacam ini menunjukkan bahwa lari menjadi gaya hidup utama di Korea, bukan sekadar tren sesaat.

"Dua tahun lalu, belum ada kafe yang nyaman digunakan pelari, dan orang sering merasa tidak diterima duduk dengan pakaian berkeringat," kata Lee Jae-young, manajer Cafe RIDAR di Yongsan, Seoul.

"Saat ini, di tengah pergeseran menuju kesehatan dan penurunan minum alkohol, semakin banyak kafe ramah pelari yang bermunculan."

>>> Seoul Luncurkan Seoul Wellness 100, 100 Destinasi untuk Wisata Kesehatan Urban

Cafe RIDAR menawarkan diskon minuman, penitipan tas, dan penyewaan kacamata lari untuk pelari.

📰 Update Terbaru