unique visitors counter
⌂ Beranda Lifestyle Geobukseom dan Oido: Dua Sisi Pantai Barat yang Tenang di Siheung
Lifestyle

Geobukseom dan Oido: Dua Sisi Pantai Barat yang Tenang di Siheung

Pemandangan matahari terbenam di Geobukseom, Siheung
Geobukseom dan Oido: Dua Sisi Pantai Barat yang Tenang di Siheung
A A Ukuran Teks16px

Bagi sebagian pelancong, pantai timur dengan air biru dan pasir halus selalu menjadi pilihan utama. Namun, pantai barat dekat Seoul menyimpan pesona tersendiri bagi mereka yang mencari ketenangan.

Siheung, kota dengan populasi lebih dari 500.000 jiwa di Provinsi Gyeonggi, terletak sekitar 40 kilometer barat daya pusat Seoul.

>>> Museum Nasional Korea Ubah Artefak Kuno Jadi Sensasi Kostum

Kota ini memiliki dua destinasi pesisir yang kontras: Geobukseom dan Oido.

Geobukseom: Pulau Penyu yang Sepi

Geobukseom, yang berarti 'Pulau Penyu', adalah pulau buatan dengan bentuk menyerupai penyu jika dilihat dari atas.

Pulau ini memiliki marina, laguna selancar, dan menara kaca yang belum sepenuhnya terisi.

Meskipun dirancang sebagai kawasan wisata dengan restoran, toko, dan hotel, banyak unit komersial yang kosong.

Namun, bagi pengunjung, kekosongan ini justru memberikan pemandangan laut yang tidak terhalang dan suasana yang lapang.

Kafe Nugungaege, yang berarti 'untuk seseorang', menawarkan pemandangan laut dari lantai dua. Hidangan khasnya adalah kue berbentuk beruang tidur dan es kopi dengan es batu berbentuk beruang.

Wave Park, laguna selancar buatan terbesar di dunia, menjadi daya tarik utama.

>>> Kafe Ramah Pelari Muncul di Korea, Tanda Gaya Hidup Sehat Makin Populer

Tempat ini menghasilkan hingga 2.000 gelombang per jam dan pernah menjadi tuan rumah acara World Surf League.

Oido: Kota Kerang dan Kalguksu

Oido, yang terletak sekitar 10 menit dari Geobukseom, adalah bekas pulau yang kini menjadi tujuan wisata kuliner.

Mercusuar merah setinggi 21 meter menjadi landmark yang populer untuk menikmati pemandangan lumpur dan cakrawala Songdo.

Setelah matahari terbenam, kawasan ini berubah menjadi kota kerang. Rumah-rumah makan di sepanjang tanggul menyajikan kerang panggang, soju, dan kalguksu (mi gandum buatan tangan).

Di Badam Kalguksu, kalguksu disajikan dengan kerang, udang, dan tusuk ikan dalam kuah yang ringan. Hidangan ini menjadi bukti kelezatan masakan pantai barat.

Untuk menikmati hari yang lengkap, mulailah dari Geobukseom pada sore hari, saksikan matahari terbenam, lalu lanjutkan ke Oido untuk makan malam kerang dan kalguksu.

>>> Korea Times Resmi Luncurkan Program Global Supporters 2026 dengan 50 Mahasiswa dari 41 Negara

Meskipun bukan destinasi yang spektakuler, kombinasi keduanya menawarkan pengalaman yang utuh dan menenangkan bagi pengunjung yang tepat.

📰 Update Terbaru