Harga ponsel pintar terus merangkak naik, dan generasi flagship berikutnya diprediksi tidak terkecuali.
Kenaikan biaya komponen seperti DRAM dan NAND storage memaksa merek-merek besar menyesuaikan harga di segmen menengah hingga flagship.
>>> Samsung Galaxy F15 Mulai Terima Pembaruan Stabil One UI 8.5
Pembocor DCS di Weibo membagikan perkiraan harga untuk lini flagship terbaru di China, khusus varian 12GB RAM + 256GB storage.
Berikut rinciannya:
- Standard generasi berikutnya (3nm): ¥4.999 (~$738)
- Standard generasi berikutnya (2nm): ¥5.499 (~$812)
- Pro generasi berikutnya: ¥5.999 (~$886)
- Pro Max generasi berikutnya: ¥6.999 (~$1.034)
- Ultra generasi berikutnya: ¥8.999 (~$1.329)
Dasar Klaim
DCS mendasarkan perkiraan ini pada pergerakan harga model-model sebelumnya. Find X8s dibanderol ¥4.199, Find X9 ¥4.399.
Sementara X200s ¥4.199, dan X300 ¥4.399.
Secara umum, iterasi besar biasanya lebih mahal ¥100–¥300 dari model semi-iterasi sebelumnya. X300s, yang merupakan rilis semi-iterasi, diluncurkan tahun ini seharga ¥4.999.
Karena itu, DCS menyebut model iterasi akan mulai dari ¥4.999, bahkan bisa lebih.
>>> Insta360 Luna Ultra vs DJI Osmo Pocket 4: Pertarungan Kamera Saku 2026
Ada tekanan biaya nyata di balik angka-angka ini.
Qualcomm dilaporkan membayar sekitar 24% lebih tinggi ke TSMC untuk chip terbaru, yang menjadi salah satu faktor kenaikan harga flagship.
Selain itu, biaya DRAM LPDDR5X sudah naik 5%, dengan potensi kenaikan lebih lanjut.
Produsen juga mengalihkan produksi ke memori bandwidth tinggi untuk infrastruktur AI, yang mengurangi pasokan untuk ponsel dan menambah tekanan biaya.
Seperti diberitakan sebelumnya, merek seperti OnePlus, Nothing, dan Xiaomi sudah menaikkan harga di India sebesar ₹1.000 hingga ₹5.000 karena alasan yang sama.
>>> Vivo V2545A dengan Chip Dimensity 9500 Muncul di Geekbench
Perlu dicatat, angka-angka ini masih estimasi dari pembocor, bukan angka resmi. Namun, sejarah harga dan konteks rantai pasok memberi dasar yang cukup kuat.