unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Mengapa Tanggal 10 Muharram Disebut Hari Asyura? Ini Penjelasan Para Ulama
News

Mengapa Tanggal 10 Muharram Disebut Hari Asyura? Ini Penjelasan Para Ulama

Mengapa Tanggal 10 Muharram Disebut Hari Asyura? Ini Penjelasan Para Ulama
Ilustrasi Masjid
A A Ukuran Teks16px

Puasa Asyura: Keistimewaan 10 Muharram dalam Tradisi Islam

Bulan Muharram, sebagai penanda awal tahun baru dalam kalender Hijriah, tidak hanya menjadi momen refleksi dan penyucian diri bagi umat Muslim. Di bulan yang mulia ini, terdapat satu hari istimewa yang dikenal sebagai Hari Asyura , jatuh pada tanggal 10 Muharram setiap tahunnya.

Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah Asyura , sebuah amalan yang penuh keutamaan dan makna spiritual. Namun, apa sebenarnya arti dari kata "Asyura"? Mengapa tanggal 10 Muharram begitu penting dalam tradisi Islam?

Asal Usul Nama Hari Asyura
Terdapat beberapa pendapat di kalangan ulama mengenai asal usul penamaan hari Asyura. Menurut keterangan yang dapat ditemukan dalam berbagai kitab serta situs resmi Kementerian Agama RI, Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani dalam kitab Al-Ghunyah menyebutkan tiga pendapat utama tentang hal ini.

Pertama , hari tersebut dinamakan Asyura karena merupakan hari kesepuluh dalam bulan Muharram. Kata "Asyura" berasal dari akar kata Arab "asyarah" , yang berarti sepuluh. Hal ini menunjukkan bahwa penamaan itu bersifat numerik, merujuk pada tanggalnya secara harfiah.

Kedua , ada yang berpendapat bahwa nama Asyura dikaitkan dengan karunia besar dari Allah SWT. Pada hari itu, umat Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam diberikan sepuluh keistimewaan khusus oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala. Meskipun tidak semua detail keistimewaan tersebut disebutkan secara spesifik, maknanya tetap menunjukkan betapa mulianya hari ini.

Ketiga , pendapat lain menyatakan bahwa Asyura dinamakan demikian karena pada hari tersebut terjadi sepuluh peristiwa penting yang dialami oleh sepuluh nabi berbeda. Peristiwa-peristiwa ini menjadi simbol rahmat, pertolongan, dan keadilan Allah kepada para hamba-Nya.

Peristiwa Penting dalam Riwayat Para Nabi
Dalam beberapa riwayat, disebutkan bahwa pada hari Asyura, Allah memberikan pertolongan dan anugerah luar biasa kepada para nabi-Nya. Beberapa di antaranya adalah:

Allah menerima taubat Nabi Adam AS setelah ia memohon ampunan.
Nabi Idris AS diangkat ke langit , sebuah kemuliaan yang tak dimiliki banyak nabi.
Perahu Nabi Nuh AS selamat dari banjir besar dan mendarat di Bukit Al-Judi.
Nabi Ibrahim AS selamat dari api Namrud yang berniat membakarnya.
Allah menerima taubat Nabi Daud AS atas kesalahannya.
Penyakit Nabi Ayyub AS disembuhkan setelah ia bersabar dan bertawakal.
Nabi Musa AS diselamatkan dari Fir’aun , sementara Fir’aun ditenggelamkan di Laut Merah.
Nabi Yunus AS keluar dari perut ikan setelah sekian lama terperangkap.
Nabi Isa AS diangkat ke langit dan diselamatkan dari rencana pembunuhan.
Doa Nabi Sulaiman AS dikabulkan sehingga ia diberi kekuatan luar biasa atas angin dan binatang.
Puasa Sunnah yang Dianjurkan
Selain nilai historis dan teologis tersebut, puasa Asyura juga memiliki keutamaan besar dalam syariat Islam. Rasulullah SAW sangat mendorong umatnya untuk menjalankan puasa pada hari ini. Beliau bersabda bahwa puasa Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil selama setahun sebelumnya.

Namun, disarankan agar umat Muslim juga berpuasa sehari sebelum atau sesudahnya (tanggal 9 atau 11 Muharram), sebagai bentuk pembeda dengan praktik Yahudi yang juga menghormati hari ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru