F4 Reunian dengan Formasi Lengkap di Konser Mayday Setelah 12 Tahun, Buat Penonton Histeris!
Pada Sabtu malam (12/7/2025), ribuan penonton konser Mayday di Taipei Dome mendapat kejutan yang tak terlupakan. Di tengah penampilan epik dari band legendaris asal Taiwan itu, muncul sosok-sosok yang sangat dinantikan oleh para penggemar generasi 90-an hingga awal 2000-an: F4!
Ya, boyband fenomenal yang melejit lewat serial drama Meteor Garden pada awal 2000-an akhirnya kembali berkumpul di atas panggung. Ini adalah pertama kalinya dalam 12 tahun terakhir mereka tampil bersama secara publik.
Empat personel F4 — Vic Chou (44), Vanness Wu (46), Ken Chu (46), dan Jerry Yan (48) — muncul secara tiba-tiba di akhir konser Mayday. Kehadiran mereka sontak membuat seluruh penonton berdiri, menghujani area konser dengan sorak-sorai dan air mata haru.
Mereka membawakan dua lagu yang langsung memicu nostalgia massal: “Meteor Rain”, yang merupakan soundtrack ikonik dari Meteor Garden , serta sebuah lagu milik Mayday sendiri berjudul “The Song of Laughter and Forgetting”.
Penampilan spesial ini pun langsung menjadi viral di media sosial. Kabar tentang reuni F4 mulai menyebar luas setelah seorang penonton mengunggah cuplikan videonya di platform Xiaohongshu. Tak lama kemudian, berbagai media lokal dan internasional seperti Mothership dan TVBS meliput momen langka tersebut.
Menurut laporan TVBS, kali terakhir F4 tampil bersama secara resmi adalah pada gala Tahun Baru Imlek Jiangsu TV pada tahun 2013. Kala itu, mereka juga membawakan “Meteor Rain” dan “As Soon As Possible” dari album debut mereka.
Namun, ternyata reuni kali ini bukanlah sesuatu yang direncanakan secara mendadak. Ashin, vokalis Mayday, mengungkapkan bahwa proses persiapan untuk pertemuan empat pria tampan ini membutuhkan waktu hingga dua tahun.
“Kalian berempat tidak berubah sama sekali. Tidak mudah untuk kembali berdiri bersama di atas panggung, apalagi kalian semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Semua rekan kerja di sekitar kitalah yang membuat reuni ini terwujud,” ujar Ashin saat konser berlangsung.
Ucapan terima kasih pun dilontarkan oleh para anggota F4. Jerry Yan, sang Juge Fei atau "Si Daun Musim Gugur", mengaku tak percaya bisa kembali tampil bersama teman-temannya. Ia menyebut pengalaman ini terasa seperti mimpi yang nyata.
“Saya tidak pernah membayangkan ini akan terjadi,” kata Jerry, dikutip dari Mothership pada Minggu (13/7/2025).
Ken Chu, yang dikenal sebagai Tao Ming Si alias "Si Pohon Persik", bahkan sempat bercanda soal rahasia besar yang telah ia simpan selama beberapa bulan terakhir. Ia mengaku lega karena akhirnya bisa jujur dan tak perlu lagi berpura-pura tidak tahu soal reuni ini.
“Saya sudah pura-pura tidak tahu selama beberapa waktu. Setiap kali ada yang tanya soal reuni, saya bilang, ‘Entahlah, saya tidak dekat dengan mereka.’ Setelah hari ini, saya tidak perlu pura-pura bodoh lagi,” katanya disambut tawa riuh dari teman-temannya di atas panggung.
Penampilan F4 di akhir konser Mayday menjadi penutup manis bagi rangkaian tur #5525 dari Mayday. Konser di Taipei Dome ini adalah bagian dari rangkaian konser terakhir mereka di kota kelahiran mereka sendiri.
Bagi banyak penggemar, reuni F4 ini tentu saja menjadi momen yang sangat berharga. Bagaimana tidak? Mereka adalah simbol era keemasan drama Asia yang menginspirasi gaya hidup, mode, hingga musik di seluruh Asia, termasuk Indonesia.
Serial Meteor Garden yang tayang pada 2001 silam bukan hanya sukses menciptakan gelombang baru dalam industri hiburan Asia, tetapi juga menciptakan ikon-ikon baru yang masih relevan hingga hari ini.
Kehadiran F4 di panggung Mayday ini juga menjadi pembuktian bahwa meski usia bertambah dan kesibukan masing-masing personel semakin padat, ikatan antara mereka tetap kuat. Dan yang lebih penting, cinta dari para penggemar belum pernah punah.
Banyak netizen dan penggemar yang berharap agar F4 tidak hanya tampil satu kali saja. Mereka ingin melihat F4 kembali merilis musik baru, atau bahkan melakukan tur konser bersama sebagai bentuk apresiasi kepada fans yang tetap setia selama puluhan tahun.
Apakah F4 akan benar-benar kembali aktif dalam dunia musik? Jawabannya mungkin masih menjadi rahasia. Namun satu hal yang pasti: malam itu, di Taipei Dome, kenangan masa lalu kembali hidup—dan hati jutaan orang hangat kembali oleh nostalgia.