unique visitors counter
⌂ Beranda › HUKRIM › Polisi Tutup Daycare Little Aresha Sorosutan Setelah Dugaan Kekerasan Anak Mencuat
HUKRIM

Polisi Tutup Daycare Little Aresha Sorosutan Setelah Dugaan Kekerasan Anak Mencuat

Polisi Tutup Daycare Little Aresha Sorosutan Setelah Dugaan Kekerasan Anak Mencuat
daycare little aresha
A A Ukuran Teks16px

Aparat kepolisian menutup operasional tempat penitipan anak Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat (24/4) sore. Penutupan dilakukan menyusul dugaan perlakuan kasar terhadap anak-anak yang dititipkan di lokasi tersebut.

Informasi awal beredar dari lingkungan sekitar yang menyebut adanya tindakan tidak semestinya di dalam daycare. Warga mengaku tidak diperkenankan masuk saat kejadian berlangsung, kecuali pihak tertentu.

Salah seorang warga menyampaikan kabar yang ia dengar, anak-anak diduga diperlakukan dengan cara yang membuat mereka tidak nyaman, termasuk dilepas pakaiannya hingga merasa kedinginan.

Ketakutan Anak Muncul Sejak Hari Kedua

Seorang wali murid berinisial HF menceritakan perubahan sikap yang dialami keponakannya setelah dititipkan di tempat tersebut. Anak berusia sekitar 3,5 tahun itu mulai menunjukkan penolakan sejak hari kedua.

Keluarga awalnya berniat menitipkan anak tersebut karena ibunya harus menjalankan tugas di luar kota dalam jangka waktu panjang.

“Setiap diajak berangkat selalu menolak. Dia bilang tidak mau ke sana,” ungkap HF.

Berbagai cara ditempuh keluarga untuk membujuk, mulai dari mengajak bermain hingga memberikan hadiah. Namun, respons anak tetap sama.

Dari pengakuan anak, HF mengetahui bahwa pengasuh di tempat itu dianggap bersikap keras. Keluarga sempat mengira hal itu bagian dari proses penyesuaian, tetapi intensitas ketakutan dinilai tidak biasa.

Kabar Dugaan Anak Diikat Perkuat Kecurigaan

Situasi semakin menguatkan dugaan setelah muncul informasi di media sosial mengenai adanya anak yang diduga mengalami tindakan fisik, termasuk diikat tangannya oleh oknum di daycare.

HF kemudian memastikan kabar tersebut kepada keluarganya yang berada di luar daerah. Informasi yang sama ternyata sudah lebih dulu mereka terima.

Meski tidak ditemukan tanda kekerasan secara fisik pada anaknya, HF menilai dampak yang muncul lebih terlihat dari sisi psikologis. Anak disebut mengalami ketakutan berlebihan hingga trauma.

Atas pertimbangan tersebut, keluarga akhirnya memindahkan anak ke tempat pendidikan lain yang dinilai lebih aman.

Pengelola Belum Beri Tanggapan

Hingga saat ini, pihak pengelola Little Aresha belum memberikan keterangan terkait dugaan yang berkembang.

Di lokasi kejadian, sejumlah warga masih terlihat berdatangan untuk mencari kepastian informasi mengenai peristiwa tersebut.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru