unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Peabo Bryson, Penyanyi 'Beauty and the Beast' dan 'A Whole New World', Meninggal di Usia 75
Hiburan

Peabo Bryson, Penyanyi 'Beauty and the Beast' dan 'A Whole New World', Meninggal di Usia 75

Peabo Bryson, penyanyi legendaris yang meninggal dunia
Peabo Bryson, penyanyi legendaris yang meninggal dunia
A A Ukuran Teks16px

Penyanyi balada soul ikonis Peabo Bryson meninggal dunia pada usia 75 tahun. Ia mengembuskan napas terakhir pada Selasa (2/6) setelah beberapa hari mengalami strok.

Bryson dikenal luas lewat tembang ikonis dari film-film Disney, seperti Beauty and the Beast dan A Whole New World.

Kabar Duka Dikonfirmasi Keluarga

Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga melalui pernyataan resmi. Mereka menyatakan Bryson pergi dengan keluarga menemani di sisinya.

"Kami sangat terharu oleh besarnya curahan kasih sayang, doa, dan dukungan dari para penggemar, sahabat, serta rekan kerja di seluruh dunia," ungkap keluarga Bryson dalam taklimat yang dibagikan kepada PEOPLE.

"Meski hati kami hancur, kami menemukan penghiburan dengan mengetahui betapa dalamnya Peabo dicintai dan berapa banyak nyawa yang telah tersentuh oleh suara serta kebaikan jiwanya.

Warisan dan musiknya akan terus hidup untuk generasi yang akan datang," lanjut pernyataan tersebut.

Karier Cemerlang Bersama Disney

Pada 1991, kolaborasi Bryson bersama Céline Dion dalam lagu tema film animasi Disney, Beauty and the Beast, sukses menjadi hit besar di seluruh dunia.

Setahun berselang, ia kembali mencetak sejarah saat merilis A Whole New World untuk film Aladdin bersama Regina Belle.

Lagu tersebut menorehkan rekor sebagai lagu tema film animasi pertama yang berhasil merajai tangga lagu Billboard Hot 100.

Bryson lahir dengan nama Robert Peapo Bryson di Greenville, Carolina Selatan pada 1951. Gairah bermusiknya sudah tumbuh sejak usia dini.

Kepada majalah Soul pada 1978, ia bercerita bahwa musik adalah satu-satunya hal yang benar-benar ingin ia geluti.

Meskipun sempat tebersit keinginan menjadi dokter saat harus menentukan arah karier di usia 14 tahun.

Pilihan tersebut awalnya membuat sang ibu khawatir karena takut putranya terjerumus ke dalam lingkaran ketergantungan obat-obatan.

Bryson mulai bernyanyi secara profesional sejak remaja sebagai vokalis latar untuk kelompok musik lokal, Al Freeman and the Upsetters.

Pengucapan nama Peapo yang sulit oleh sang pemimpin band kemudian melahirkan nama panggung Peabo yang digunakannya hingga akhir hayat.

Perjalanan kariernya mulai mendapat titik terang saat tampil bersama Moses Dillard and the Tex-Town Display.

Ia menarik perhatian Bang Records yang menaungi perilisan album debutnya pada 1976 sebelum akhirnya hijrah ke Capitol Records.

Pada 1984, If Ever You're in My Arms Again menjadi single Top 10 pertama Bryson di Hot 100.

Ia merilis Show & Tell pada 1989, dan lagu itu mencapai peringkat No. 1 di tangga lagu R&B.

Ia kembali meraih puncak tangga lagu R&B dengan Can You Stop the Rain pada 1991. Pada tahun yang sama, ia juga menghadirkan Beauty and the Beast.

Awalnya, Dion dipilih untuk menyanyikan lagu tersebut secara solo, tetapi para eksekutif khawatir bahwa ia terlalu baru dan menginginkan artis yang lebih mapan.

"Saya belajar itu dari melakukan duet. Kuncinya adalah memanfaatkan kekuatan dan kelemahan pasangan duet Anda secara seimbang.

Jadi pada dasarnya itu menghasilkan situasi di mana tidak ada kelemahan karena Anda memanfaatkan keduanya secara seimbang," ujar Bryson.

Hubungan profesional yang solid juga terbangun saat Disney kembali memercayakan lagu A Whole New World kepada Bryson dan Regina Belle.

Kesuksesan lagu ini melampaui ekspektasi dan mencatatkan rekor yang baru bisa dipecahkan kembali puluhan tahun kemudian oleh lagu We Don't Talk About Bruno dari film Encanto pada 2022.

Bryson menilai karya tersebut merepresentasikan setiap harapan dan janji manusia.

"Saya menyanyikannya di Afrika Selatan untuk pertama kalinya ketika warga kulit hitam Afrika Selatan diizinkan masuk dalam kontes kecantikan Miss South Africa," kenang Bryson mengenai momen historis tersebut.

Sepanjang perjalanannya, peraih delapan nominasi penghargaan Grammy ini tidak jarang melayangkan kritik terhadap industri musik yang dinilainya terlalu mengagungkan usia muda ketimbang pengalaman.

Ia menyayangkan sikap saluran seperti MTV yang enggan memutar karya musisi senior seperti dirinya dan Flack.

Enggan dikotakkan dalam satu genre, ia menegaskan fleksibilitasnya sebagai musisi. "Saya tidak sreg dengan konsep satu dimensi tentang diri saya.

Saya melihat diri saya sebagai manusia Renaisans sejati, tidak ada hal yang tidak bisa saya lakukan," ujarnya kepada Los Angeles Times pada 1994.

Hingga akhir hayatnya, musisi yang sempat pulih total dari serangan jantung pada 2019 ini telah menelurkan total 20 album studio.

Peabo Bryson meninggalkan seorang istri, Tanya Boniface, serta dua orang anak, Linda dan Robert.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru