unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Profil Biodata Kholid Miqdar Nelayan Pulau Cangkir yang Menentang Proyek Pembangunan Pagar Laut di Perairan Tangerang, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG
News

Profil Biodata Kholid Miqdar Nelayan Pulau Cangkir yang Menentang Proyek Pembangunan Pagar Laut di Perairan Tangerang, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG

Profil Biodata Kholid Miqdar Nelayan Pulau Cangkir yang Menentang Proyek Pembangunan Pagar Laut di Perairan Tangerang, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG
Kholid • Instagram
A A Ukuran Teks16px

Profil Biodata Kholid Miqdar Nelayan Pulau Cangkir yang Menentang Proyek Pembangunan Pagar Laut di Perairan Tangerang, Lengkap dari Umur, Agama dan Akun IG. Siapa Kholid Miqdar? Nelayan Pulau Cangkir yang Menentang Proyek Pembangunan Pagar Laut di Perairan Tangerang. Kholid Miqdar, Pahlawan Nelayan yang Berjuang Melawan Proyek Pagar Laut di Tangerang

Kholid Miqdar, seorang nelayan asal Pulau Cangkir, Tangerang, sekaligus putra kelahiran Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, kini menjadi sorotan sebagai pahlawan lokal. Keberaniannya menentang proyek pembangunan pagar laut yang dinilai berpotensi merugikan kehidupan nelayan membuatnya dielu-elukan oleh masyarakat pesisir.

Proyek pembangunan pagar laut sepanjang 30,16 kilometer yang dirancang untuk mendukung pengembangan kawasan elit PIK 2 di perairan Tangerang menuai protes keras dari para nelayan setempat. Bagi mereka, proyek ini tak hanya mengancam mata pencaharian tetapi juga melanggar hak masyarakat atas laut sebagai sumber penghidupan.

Sebagai wakil dari nelayan setempat, Kholid tegas menyatakan penolakannya terhadap proyek tersebut. Ia berpendapat bahwa laut adalah milik rakyat dan tak seharusnya dikavling atau dibatasi demi kepentingan pihak tertentu.
Disambut Hangat Masyarakat Desa Kronjo

Pada Rabu, 22 Januari 2025, Kholid mengunjungi Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang. Kunjungan tersebut menjadi momen penuh semangat yang diabadikan dalam sebuah video di akun TikTok miliknya, @Kholid.miqdar. Dalam video itu, terlihat bagaimana Kholid disambut dengan hangat oleh warga dan rekan-rekan nelayan. Mereka menyampaikan rasa hormat dan dukungan terhadap perjuangan Kholid yang dianggap sebagai pembela hak-hak nelayan dan masyarakat kecil.

Sorakan penuh semangat seperti “Suara Kholid, Suara Rakyat, Suara Tuhan!” terdengar menggema di sepanjang acara. Kholid dianggap sebagai simbol perlawanan terhadap ketidakadilan yang kerap menimpa masyarakat kecil. Kehadirannya menginspirasi banyak orang untuk tidak takut menyuarakan kebenaran.
Seruan untuk Melawan Ketidakadilan

Dalam pidatonya, Kholid menyerukan agar masyarakat, khususnya warga Banten dan Tangerang, berani melawan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Ia menegaskan pentingnya keberanian dalam menghadapi ketidakadilan, terutama jika menyangkut hak-hak dasar seperti mata pencaharian.

“Di tanah Banten ini, mulai detik ini kita tidak boleh takut. Kita harus berani melawan,” ujarnya dengan penuh semangat yang disambut riuh tepuk tangan dari para pendukungnya.

Kholid juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga laut sebagai aset bersama yang mempersatukan, bukan memisahkan. “Ketika laut kita dipagari, dikavling, dan diperdagangkan, maka rakyat Banten, Tangerang, dan seluruh Indonesia harus melawan,” tegasnya.
Pesan Bijak dari Seorang Pejuang

Menurut Kholid, segala bentuk kekuasaan yang tidak berlandaskan kepentingan rakyat akan berakhir. Ia mengingatkan bahwa hanya Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kuasa sejati. "Kekuasaan yang berdiri di atas kepentingan pribadi tak akan bertahan lama," tambahnya.

Perjuangan Kholid Miqdar menjadi pengingat penting bahwa suara rakyat kecil memiliki kekuatan besar jika disuarakan bersama-sama. Laut, sebagai sumber kehidupan masyarakat pesisir, harus tetap menjadi milik rakyat tanpa campur tangan yang merugikan.

Semangat dan keberanian Kholid kini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus memperjuangkan keadilan, terutama di tengah ancaman yang datang dari kebijakan yang tidak berpihak pada mereka yang paling membutuhkan. Dengan dukungan masyarakat, perjuangan ini diharapkan dapat menjadi langkah besar menuju perubahan yang lebih baik.***

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru