Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka program magang guru SMK ke luar negeri pada pertengahan Juni 2026.
Program ini menyasar guru kejuruan untuk praktik industri langsung di Jerman.
Program ini bernama resmi Program Peningkatan Kapasitas SDM Pendidikan Kejuruan dalam Teaching Factory melalui Magang Industri Luar Negeri.
Sebanyak 50 guru SMK terpilih akan menjalani pembelajaran selama sekitar tiga bulan.
Dua mitra utama yang terlibat adalah Dresden University of Technology dan FESTO. Bidang keahlian yang dituju meliputi konstruksi, manufaktur, mekatronika, elektronika industri, otomasi industri, dan teknik tenaga listrik.
Syarat Pendaftaran
Calon peserta harus berstatus ASN atau guru tetap yayasan, berusia maksimal 45 tahun, dan memiliki NUPTK aktif.
Kualifikasi pendidikan minimal S1 atau Sarjana Terapan dengan pengalaman mengajar minimal dua tahun di bidang kejuruan.
Kemampuan bahasa Inggris yang memadai juga menjadi syarat. Peserta wajib mendapat izin dari pimpinan sekolah dan menyusun esai pengembangan kompetensi kejuruan.
Untuk jalur FESTO, ada syarat tambahan berupa sertifikat pelatihan pemrograman PLC, sertifikat pneumatik, dan sertifikat listrik elektronik.
Jadwal Seleksi Terbaru
Pendaftaran dibuka pada 15–26 Juni 2026. Seleksi administrasi berlangsung pada periode yang sama, dilanjutkan seleksi wawancara pada 29 Juni–1 Juli 2026.
Penetapan peserta dilakukan pada 2 Juli 2026. Pengumuman resmi menyebutkan 50 peserta telah lolos seleksi wawancara.
Tahap selanjutnya adalah pengurusan visa dan asuransi pada 3 Juli–10 Agustus 2026, bimbingan teknis pada 3–8 Agustus 2026, dan persiapan keberangkatan pada 10–12 Agustus 2026.
Pelaksanaan magang dijadwalkan pada 17 Agustus–17 November 2026.
Bagi guru yang belum mendaftar, masih ada waktu untuk mempersiapkan diri. Sertifikat kompetensi, portofolio mengajar, dan kemampuan bahasa Inggris menjadi faktor pembeda dalam seleksi.
Komponen Materi Magang
Materi magang terdiri dari empat komponen dengan bobot masing-masing 25 persen. Komponen tersebut meliputi industri exposure, didaktik VET, teori VET, serta inovasi dan riset.
Industri exposure mencakup observasi praktik industri global dan pemahaman standar internasional. Didaktik VET berfokus pada strategi pembelajaran vokasi dan proyek berbasis industri.
Teori VET meliputi konsep dual system ala Jerman dan standarisasi kompetensi kejuruan. Inovasi dan riset mencakup pengembangan teaching factory serta penyusunan rencana tindak lanjut.
Fasilitas dan Pembiayaan
Peserta yang lolos mendapat dukungan pendanaan penuh selama program. Fasilitas mencakup biaya magang, transportasi, biaya hidup, dan biaya administrasi keberangkatan.
Setiap peserta wajib menyusun rencana tindak lanjut untuk mentransfer ilmu ke sekolah asal. Program ini diharapkan memperkuat teaching factory di SMK seluruh Indonesia.