Nam Joo-hyuk kembali ke layar kaca setelah tiga tahun hiatus. Ia membintangi drama supernatural Netflix berjudul "The East Palace".
Serial ini menuntut banyak adegan aksi.
Hal itu memberi kesempatan bagi aktor tersebut untuk menunjukkan perkembangannya dan menguji apakah ia bisa kembali meraih momentum.
"The East Palace" mengikuti kisah Gu-cheon, diperankan Nam, seorang pria yang bisa melintasi dunia manusia dan dunia roh.
Roh Yoon-seo berperan sebagai Saeng-gang, seorang dayang istana dengan rahasia.
Raja, yang diperankan Cho Seung-woo, memanggil mereka untuk menyelidiki gangguan mistis di istana. Choi Jung-kyu, yang pernah menggarap "The Devil Judge" dan "Children of Nobody", menjadi sutradara.
Produksi ini memadukan okultisme, horor, fantasi, dan aksi. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya minat global terhadap cerita berlatar elemen folklor Korea.
Netflix sebelumnya merilis "If Wishes Could Kill" awal tahun ini yang meraih banyak penonton global.
"The East Palace" mengikuti jejak tersebut dengan latar istana angker dan elemen okultisme lokal.
Sutradara Puji Kesesuaian Nam Joo-hyuk
Choi Jung-kyu mengatakan dalam konferensi pers bahwa Nam sangat cocok dengan perannya. "Sejak pertemuan pertama, saya pikir dia persis seperti Gu-cheon," ujar Choi.
"Dia memberi kepercayaan diri dan tampak berkemauan kuat." "The East Palace" adalah karya pertama Nam yang dirilis setelah menyelesaikan wajib militer.
Nam mengaku mendekati proyek ini dengan tekad kuat. "Saya tidak ingin mengecewakan produksi ini.
Saya merasa tanggung jawab yang besar," katanya.
Skandal Masa Lalu Bayangi Kembalinya Nam
Reaksi publik terhadap kembalinya Nam Joo-hyuk masih terbelah. Aktor ini sempat terseret tuduhan perundungan di sekolah pada 2022, tak lama sebelum menjalani wajib militer.
Setelah tuduhan awal, lebih banyak unggahan daring dari orang yang mengaku sebagai korban muncul, memperkeruh kontroversi. Pihaknya membantah tuduhan itu dan mengambil langkah hukum.
Pengadilan kemudian mengeluarkan perintah ringkasan yang mendenda seorang penuduh sebesar 7 juta won (sekitar Rp 84 juta) karena pencemaran nama baik.
Namun, perintah itu tidak menghapus tuduhan dari narasi publik.
Tuduhan perundungan dapat merusak reputasi aktor selama bertahun-tahun, bahkan setelah proses hukum selesai. Skeptisisme publik sering bertahan, membuat figur publik terus diawasi.
Kontroversi ini menyoroti risiko lebih luas bagi industri hiburan.
Skandal yang melibatkan satu aktor dapat mengganggu seluruh produksi, memaksa produser dan platform streaming mengevaluasi ulang casting, jadwal, dan strategi rilis.
Netflix pun memantau dengan saksama sambutan penonton terhadap "The East Palace" dan kembalinya Nam.
Jika serial ini menarik banyak penonton, hal itu bisa memperkuat minat internasional terhadap drama supernatural Korea sekaligus menguji respons pemirsa terhadap penampilannya.