Netflix menghadirkan musim kedua dari acara kencan 'Better Late Than Single' dengan pendekatan yang tetap sederhana namun memikat.
Acara ini kembali setahun setelah musim pertamanya sukses besar.
Musim pertama bahkan berhasil menggeser 'Squid Game' musim ketiga dari puncak tangga lagu Netflix Korea. Kesuksesan itu didorong oleh konsep unik yang membedakannya dari acara kencan lain.
'Better Late Than Single' mengikuti orang-orang yang belum pernah berkencan namun ingin mencari cinta. Mereka menjalani transformasi penampilan dan percobaan pertama dalam berkencan.
Reaksi canggung, hubungan yang tidak terduga, dan pertumbuhan pribadi peserta menjadi daya tarik utama.
Hal ini membuat acara ini terasa segar di tengah banyaknya acara kencan yang menampilkan peserta berpengalaman.
Pendekatan Berbeda di Tengah Kejenuhan
Pasar acara kencan Korea saat ini sedang lesu.
'Heart Signal 5' dari Channel A hanya mencatat rating di bawah 1 persen, sementara musim sebelumnya sukses besar.
Acara lain seperti 'I Am Solo', 'Noona, You Are a Woman to Me', dan 'The Love Lab' juga kehilangan momentum.
Alur cerita yang itu-itu saja dan upaya menambah drama justru membuat penonton lelah.
Musim kedua 'Better Late Than Single' mengambil pendekatan sebaliknya. Alih-alih menambah drama, acara ini mempertajam kualitas yang membuat musim pertama populer.
Produser menyempurnakan format untuk membantu peserta mengekspresikan perasaan secara lebih alami. Aktivitas seperti kencan dengan alat peraga yang menghubungkan tangan peserta dirancang untuk mengurangi kecanggungan.
Panelis dan Sentuhan Empati
Panelis selebriti yang kembali adalah penyanyi-aktor Seo In-guk, aktor Kang Han-na, komedian Lee Eun-ji, dan musisi Car the Garden.
Reaksi empati dan komentar mereka menambah humor tanpa mengalahkan peserta.
Acara ini juga mengatur kencan yang tidak biasa agar peserta bisa saling mengenal dengan nyaman.
Bagi peserta yang belum pernah berkencan, momen pertama seperti mengungkapkan perasaan atau kontak fisik adalah hal baru.
Produser menggunakan aktivitas terencana untuk mengurangi kecanggungan dan memberi ruang bagi peserta berkomunikasi lebih terbuka. Hubungan yang berkembang secara alami menjadi fokus utama.
Di pasar yang penuh dengan acara kencan, premis provokatif saja tidak lagi menjamin perhatian penonton. Perasaan tulus dan hubungan yang berkembang secara alami kini lebih dihargai.
'Better Late Than Single' tidak mencoba membanjiri penonton dengan banyak kejutan. Acara ini fokus melakukan apa yang sudah baik dengan lebih hati-hati.
Para pembuat yakin bahwa format yang familiar masih bisa terasa segar jika emosi di dalamnya tidak terasa rutin.
Musim kedua membuktikan bahwa pesona canggung dan pertumbuhan pribadi tetap menjadi daya tarik yang kuat.