Setelah 22 tahun berkarier di industri hiburan, Sandara Park akhirnya mengambil langkah besar dengan menciptakan musiknya sendiri.
Mantan anggota 2NE1 ini menyebut momen tersebut sebagai titik balik terbesar dalam hidupnya.
"Ini adalah titik balik terbesar dalam hidup saya," kata Park dalam wawancara dengan Hankook Ilbo.
Selama 22 tahun, ia telah menjalani berbagai peran, mulai dari penyanyi, pembawa acara televisi, bintang variety show, hingga aktor musikal.
Namun, satu hal yang belum pernah ia lakukan adalah menciptakan dan menyanyikan lagu karyanya sendiri.
Perjalanan Menemukan Suara Sendiri
Park mengaku selama ini ia menyimpan banyak cerita dalam catatan ponsel dan buku hariannya.
Masalahnya, ia tidak tahu bagaimana mengubah pikiran dan emosi itu menjadi lagu.
Ketidakpastian itulah yang selama ini menghambatnya untuk menulis lagu sendiri.
Kemudian ia bertemu dengan tim penulis lagu yang menciptakan musik secara intuitif, dan perlahan ia mulai menerapkan apa yang dipelajarinya.
Park juga menyadari bahwa pengalamannya menciptakan ide panggung konser selama ini sebenarnya juga merupakan bentuk produksi.
Album 'REPRISM' dan Dua Lagu Baru
Langkah pertama Park adalah album singel dua lagu yang dijadwalkan rilis musim gugur ini, dengan proses rekaman yang tersisa.
Album berikutnya akan menyusul tahun depan sebagai bagian dari proyek jangka panjang yang diperkirakan berlangsung lebih dari dua tahun.
Album ini diberi judul 'REPRISM', yang menggambarkan Park membiaskan cahaya melalui dirinya untuk mengungkap warna yang belum pernah dilihat penggemar.
Salah satu lagu, 'Festival', menginterpretasi ulang lagu terkenal dengan aransemen rock.
Park ingin menunjukkan bahwa ia memiliki suara yang cocok untuk rock dan gaya yang sesuai.
Lagu lainnya, 'Nail', adalah lagu orisinal pertama yang ia ciptakan bersama tim penulis lagu, menandai awal ia menuangkan ceritanya ke dalam musik.
Park sadar bahwa perubahan genre ke rock Jepang di usia 40-an mungkin dianggap tidak lazim oleh sebagian penggemar.
Ia siap menghadapi reaksi tersebut dan bertekad bekerja lebih keras untuk mengubah keraguan menjadi sorakan.
Titik Balik yang Berbeda
Park bukanlah orang asing dengan perubahan besar dalam hidupnya.
Ia memulai debut di Filipina, lalu pindah ke Korea untuk berlatih sebagai idola K-pop, dan mencapai puncak kesuksesan bersama 2NE1.
Namun, ia mengidentifikasi momen ini sebagai titik balik terbesar karena kini ia harus membuat semua keputusan sendiri, termasuk genre musik yang ingin dinyanyikan.
"Dulu saya merasa lelah secara fisik setelah menyelesaikan semua jadwal. Sekarang bebannya lebih mental karena saya harus menilai dan memutuskan semuanya sendiri," ujarnya.
Meski begitu, ia akhirnya benar-benar merasakan bahwa ia sedang menciptakan musiknya sendiri.
Melepaskan Standar Kesuksesan Tinggi
Membuat musik sendiri sudah lama menjadi impian Park, tetapi yang membuatnya terwujud adalah kemampuannya melepaskan standar kesuksesan yang sangat tinggi yang ia tetapkan sejak lama.
Sebagai anggota 2NE1, grup yang hampir selalu menduduki puncak tangga lagu, ia terbiasa dengan standar tersebut.
"Setelah debut dengan 2NE1 dan konsisten di puncak tangga lagu, ada kalanya kami menangis karena lagu berada di peringkat 10.
Itu tampak tidak masuk akal jika dilihat sekarang," kenangnya.
Pengalaman mengadakan konser penggemar solo pertamanya di venue yang relatif kecil juga mengubah cara pandangnya.
Beberapa orang mengomentari ukuran venue yang kecil, tetapi Park justru menemukan kebahagiaan bisa bertatap muka dan bernapas seirama dengan penggemar dari jarak dekat.
"Kebahagiaan dan kesuksesan tidak harus berarti satu hal. Di venue besar, saya hampir tidak bisa melihat wajah penggemar.
Di venue kecil, saya bisa melihat ekspresi mereka saat bernyanyi dan bahkan berbicara dengan mereka," katanya.
Dukungan Penggemar sebagai Kekuatan
Kekuatan terbesar yang terus membawanya ke panggung baru adalah penggemarnya.
Mereka termasuk yang telah setia selama bertahun-tahun dan yang baru mengenalnya melalui karya terbaru.
Mengetahui masih ada orang yang menunggunya memberinya alasan untuk terus berkarya.
Park sering hampir menangis hanya dengan melihat wajah penggemar saat pertunjukan.
Bahkan ketika vokalnya goyah atau tidak sesuai ekspektasi, dukungan penggemar yang tak tergoyahkan membuatnya kembali ke panggung.
"Ada penggemar yang mendukung saya di masa baik dan sulit, dan ada juga yang baru menyukai saya.
Hanya karena saya tidak bisa melakukan semuanya persis seperti dulu, bukan berarti saya harus menyerah. Saya akan menyesal jika meninggalkan ini," ujarnya.
Park berjanji akan terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik, seperti yang selalu ia lakukan.
"Saya ingin menjadi artis yang bisa dibanggakan penggemar, sehingga mereka tidak pernah malu mengatakan mereka mencintai Sandara Park," tutupnya.