unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Rom-com Korea Kembali ke Klise, Akankah Formula Ini Bertahan?
Hiburan

Rom-com Korea Kembali ke Klise, Akankah Formula Ini Bertahan?

Adegan drama romantis komedi Korea
Rom-com Korea Kembali ke Klise, Akankah Formula Ini Bertahan?
A A Ukuran Teks16px

Setelah sempat didominasi produksi dengan dunia yang rumit dan atmosfer berat, stasiun televisi Korea kembali menghadirkan drama romantis komedi yang ringan dan penuh klise.

Amnesia, cinta segitiga di kantor, pertemuan kembali dengan cinta pertama, hingga rahasia kelahiran menjadi bahan utama yang diandalkan.

Klise yang Kembali Digemari

Serial Netflix "Our Sticky Love" yang tayang perdana 7 Agustus lalu menjadi contoh paling khas musim ini.

Drama ini mengikuti kisah Go Eun-sae (Ha Young), jaksa elit yang kehilangan ingatan, dan Jang Tae-ha (Jung Hae-in), pelatih tinju yang mengaku sebagai kekasihnya.

Mereka memulai hidup baru di desa, dengan Eun-sae yang awalnya curiga lalu perlahan jatuh cinta.

Ternyata, hubungan mereka memiliki sejarah yang lebih dalam, ditambah masa lalu kelam Tae-ha dan rahasia kelahirannya.

Sutradara Kim Jang-han menyatakan, "Mereka bilang kamu tidak bisa mengalahkan yang klasik. Semoga ini lebih klasik dari yang klasik."

Di televisi, tvN menayangkan "My Bias, My Boss" yang mengangkat cinta segitiga di kantor dengan elemen fandom K-pop.

Sementara ENA menghadirkan "Dream to You" yang memakai formula pertemuan kembali cinta pertama.

Daya Tarik dan Tantangan

Rom-com Korea dengan klise justru banyak diminati penonton global.

Tahun lalu, "Dynamite Kiss" meraih rating domestik sekitar 6 persen, tetapi sukses di Netflix global.

"Our Sticky Love" juga menempati posisi pertama di 20 negara, termasuk Thailand dan Vietnam.

Para ahli menilai ekspresi emosi yang langsung, narasi mengatasi perbedaan kelas, dan penekanan pada ikatan keluarga menjadi daya tarik.

Namun, kelemahan terbesar rom-com adalah keberlanjutannya. Klise bisa menjadi spoiler dan membuat penonton berhenti di tengah jalan.

Kritik juga muncul karena terlalu mengandalkan aktor tertentu untuk mengunci fandom.

Kritikus drama Yun Seok-jin mengatakan, drama yang hanya mengandalkan bintang dan mengorbankan narasi mungkin menghasilkan konsumsi sekali saja, tetapi tidak akan bertahan sebagai karya yang ingin ditonton ulang.

Ia juga menambahkan, persaingan dari drama romantis Taiwan akan semakin ketat di pasar global.

📰 Update Terbaru