unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Skor AnTuTu Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bocor, Tapi AnTuTu Membantah
Hiburan

Skor AnTuTu Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bocor, Tapi AnTuTu Membantah

Bocoran skor AnTuTu Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro
A A Ukuran Teks16px

Sebuah bocoran benchmark baru-baru ini menghebohkan komunitas teknologi: Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dilaporkan mencatat skor 4.835.412 poin dalam pengujian AnTuTu V11.1.4.

Angka ini sekitar 6% lebih tinggi dibanding skor rata-rata Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang kini berada di kisaran 4,5 juta poin.

Namun, ada satu masalah besar: AnTuTu tidak dapat menemukan hasil tersebut dalam database resminya.

Informasi ini pertama kali beredar melalui tipster terkenal Digital Chat Station, yang membagikan tangkapan layar perangkat dengan chipset SM8975, kode model yang selama ini dikaitkan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro.

Detail Skor: CPU, GPU, dan Proses 2nm

Menurut tangkapan layar yang beredar, rincian skornya sebagai berikut: total 4.835.412 poin, CPU 1.368.930 poin, dan GPU (Adreno 850) 1.854.826 poin.

GPU baru Adreno 850 menjadi sorotan utama, menunjukkan lompatan signifikan dalam kemampuan grafis.

Chip ini diproduksi menggunakan proses fabrikasi 2nm, langkah besar dari 3nm pada generasi Gen 5 yang seharusnya membawa peningkatan efisiensi daya sekaligus performa.

Jika data ini valid, maka Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan menjadi fondasi bagi gelombang baru flagship Android 2026, termasuk Xiaomi 18 series, Honor Magic 9, iQOO 16, dan OnePlus 16.

Mengapa Harus Waspada? Tanda-Tanda Ketidaksesuaian

Meski angkanya mengesankan, beberapa fakta menimbulkan keraguan.

Pertama, tidak terverifikasi di database AnTuTu.

Tim AnTuTu sendiri menyatakan tidak menemukan entri tersebut dalam sistem mereka, indikasi kuat bahwa hasilnya mungkin berasal dari build internal atau modifikasi firmware.

Kedua, benchmark awal sering tidak representatif.

Versi pra-produksi biasanya dijalankan dengan thermal throttling dimatikan, clock speed dipaksakan melebihi batas normal, dan optimasi software belum final.

Artinya, skor retail bisa jauh lebih rendah.

Ketiga, tidak ada informasi perangkat atau suhu. Tangkapan layar tidak menyertakan detail penting seperti model ponsel, suhu saat pengujian, dan durasi stabilisasi performa.

Tanpa itu, sulit menilai keandalan data.

Yang Lebih Penting dari Sekadar Skor: Efisiensi dan Termal

Fokus sebenarnya bukan pada berapa juta poin yang diraih, tapi bagaimana chip ini berperilaku di dunia nyata.

Dengan transisi ke 2nm, Qualcomm punya peluang emas untuk menekan konsumsi daya, mengurangi panas berlebih, dan memperpanjang masa pakai baterai.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru