Kisah Umar bin Khattab: Standar Cinta Sejati
Untuk memahami bagaimana seharusnya cinta itu bekerja, mari kita menengok sebuah kisah klasik namun sangat indah antara Rasulullah SAW dan sahabat dekatnya, Umar bin Khattab RA.
Suatu hari, Rasulullah menggandeng tangan Umar. Dengan penuh ketulusan, Umar berkata, "Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi segala sesuatu, kecuali diriku sendiri."
Mendengar itu, Rasulullah SAW dengan lembut namun tegas bersabda, "Tidak, demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri."
Umar pun terdiam, merenung, dan menyadari hakikat cinta yang sesungguhnya. Ia kemudian berkata, "Demi Allah, sekarang engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri."
Rasulullah SAW pun tersenyum dan menjawab, "Sekarang (benar cintamu), wahai Umar." (HR. Bukhari)
Kisah ini mengajarkan kita bahwa cinta kepada Nabi baru akan sempurna ketika ridha dan murka kita, suka dan tidak suka kita, sepenuhnya tunduk pada ajaran yang beliau bawa. Cinta itu bukan tentang siapa yang paling sering kita puji, tapi siapa yang paling sering kita taati.
5 Bukti Nyata Cinta kepada Rasulullah SAW
adsall
Lantas, bagaimana cara menerjemahkan cinta tersebut dalam kehidupan sehari-hari? Allah SWT memberikan rumusnya dalam QS. Ali Imran: 31:
"Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu..."
Kata kuncinya adalah Ittiba' (mengikuti). Berikut adalah 5 bukti nyata cinta kita kepada Rasulullah SAW yang bisa kita praktikkan mulai hari ini:
adsall
1. Menjaga Shalat dan Ibadah
Jika kita mencintai seseorang, kita akan ingin meniru kebiasaannya. Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan shalat, bahkan dalam kondisi sakit maupun perang. Mencintai Nabi berarti menjaga shalat lima waktu, berusaha shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki, dan menyempurnakan rukun Islam lainnya.
