Tokayev berusaha mencegah skenario tersebut dengan memusatkan kekuasaan di tangannya. Ia menyebut pemilu ini sebagai 'peristiwa yang benar-benar bersejarah'.
Dalam pernyataannya, Tokayev mengatakan pemilu ini akan dikenang sebagai yang paling menarik dalam sejarah negara. Ia menekankan pentingnya transformasi Kazakhstan menjadi negara maju di tengah ketegangan geopolitik.
Kebebasan Pers dan Penangkapan Jurnalis
Pemilu juga berlangsung di tengah meningkatnya tekanan pada kebebasan pers. Organisasi media mendesak Tokayev untuk mencabut tuntutan pidana terhadap beberapa jurnalis yang menjalani tahanan rumah.
Otoritas telah membuka sekitar 10 kasus pidana terhadap jurnalis independen dan blogger populer. Kasus terbaru melibatkan Lukpan Akhmedyarov, jurnalis independen yang mengelola proyek YouTube 'Prosto Zhurnalistika'.
Akhmedyarov mengatakan kasus pidana dibuka terhadapnya pada Agustus dengan tuduhan 'menyebarkan informasi palsu'. Ia menghadapi hukuman hingga tujuh tahun penjara.
Ia mengaku represi meningkat tajam menjelang pemilu, dengan serangan terhadap media independen dan kasus pidana terhadap jurnalis. Menurutnya, pihak berwenang ingin membungkam semua media yang tidak mereka kendalikan.
>>> Haji Isam Disebut Ditunjuk Tangani Karhutla, Pemerintah Bantah
Akhmedyarov juga menyoroti banyaknya iklan dan poster partai Adilet di jalan-jalan kota besar. Ia menilai hasil pemilu mudah diprediksi.