unique visitors counter
⌂ Beranda News Zelenskyy Buka Suara soal Konflik dengan Eks Menhan Fedorov
News

Zelenskyy Buka Suara soal Konflik dengan Eks Menhan Fedorov

Zelenskyy Buka Suara soal Konflik dengan Eks Menhan Fedorov
Zelenskyy Buka Suara soal Konflik dengan Eks Menhan Fedorov
A A Ukuran Teks16px

Zelenskyy mengaku kembali ke Kementerian Pertahanan dan mereka mengatakan mungkin memang begitu.

Ia tidak secara eksplisit menuduh Fedorov berbohong, tetapi menyebut episode ini sebagai salah satu alasan di balik "beberapa langkah" yang diambil.

Zelenskyy juga membela mantan panglima militer Oleksandr Syrskyi dan Menteri Pertahanan saat ini, Mayjen Yevhen Khmara, yang menjadi sasaran kritik para pengunjuk rasa.

Ia menilai slogan-slogan seperti "Syrskyi adalah iblis, Khmara adalah iblis" sudah keterlaluan.

"Mungkin seseorang tidak menyukai Syrskyi karena satu dan lain hal. Tetapi slogan-slogan itu terlalu berlebihan.

Pada prinsipnya, Anda tidak bisa memperlakukan militer seperti ini dan mentolerirnya, terutama ketika militerlah yang memungkinkan protes damai terjadi di ibu kota Ukraina," tegasnya.

>>> Tabrakan Tiga Mobil di Tol Dalam Kota, Dua Korban Dilarikan ke RS

Zelenskyy juga mengungkapkan tekanan finansial besar pada pertahanan Ukraina.

Kementerian Pertahanan menghadapi defisit anggaran sebesar $27 miliar setelah keputusan belanja awal tahun yang menarik dana untuk paruh kedua 2026.

Mengenai penyelidikan korupsi yang menyebabkan pemecatan salah satu pejabat seniornya pekan ini, Zelenskyy menegaskan penyidik anti-korupsi tidak memiliki pertanyaan untuknya.

Mereka menamai wakil kepala kantor presiden sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang.

"Kepala lembaga anti-korupsi tidak punya pertanyaan sama sekali untuk saya. Mereka memahami betul bahwa saya tidak terlibat dalam hal seperti itu.

Dan ini penting bagi saya," katanya.

Di medan perang, Zelenskyy optimistis.

Ukraina hampir sepenuhnya menguasai kembali wilayah Dnipropetrovsk, dengan hanya sekitar 10 kilometer persegi dan tiga desa kecil yang masih di luar kendali Ukraina.

Operasi lain sedang berlangsung di tempat lain dan hasilnya diharapkan pada akhir Agustus.

Ia memprediksi pada akhir 2026 Ukraina bisa mencapai keseimbangan antara wilayah yang diduduki Rusia sejak awal tahun dan wilayah yang direbut kembali.

📰 Update Terbaru