Raffi Ahmad bersama Nagita Slavina, Ariel NOAH, Desta Mahendra, dan Gading Marten mengunjungi Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu (23/8).
Kedatangan mereka untuk melihat langsung kondisi warga setelah kebakaran yang menghanguskan ratusan rumah di desa adat tersebut.
Dalam kunjungan itu, rombongan memberikan donasi sebesar Rp1 miliar untuk membantu korban kebakaran.
Mereka juga berkeliling melihat puing-puing sisa kebakaran dan menyapa sejumlah anak-anak yang menjadi korban.
Kedatangan Tidak Direncanakan
Raffi mengungkapkan bahwa kedatangannya ke lokasi kebakaran sebenarnya tidak direncanakan.
Ia bersama rombongan kebetulan berada di kawasan Mandalika, Lombok Tengah, setelah menghadiri sebuah acara di Mataram.
"Karena jalannya lewat sini, langsung ke sini. Tadi saya telepon Pak Gubernur, tapi Pak Gubernur lagi di Mataram.
Nggak bisa ke sini," tuturnya.
Raffi juga menyampaikan pesan melalui akun Instagram pribadinya, "Kami hadir langsung di Desa Adat Sade atas nama kemanusiaan dan rasa persaudaraan dengan semua saudara-saudara kita yang sedang mendapatkan ujian."
Ia berharap bantuan tersebut dapat segera digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok warga yang terdampak.
"Bukan tentang seberapa besar yang bisa kami berikan, tetapi tentang bagaimana kita bisa hadir, bergandengan tangan, dan saling menguatkan," tulisnya.
Sebelum kunjungan ini, Nagita Slavina bersama anak-anaknya sudah berada di Lombok selama beberapa hari untuk menghadiri acara di pusat perbelanjaan.
Raffi kemudian menyusul dan bergabung dengan rekan-rekan artis dalam kunjungan ke Desa Adat Sade.
Rombongan ini sebelumnya juga baru saja melakukan perjalanan ke Nusa Tenggara Timur untuk memberikan bantuan kepada masyarakat.
Kebakaran Hanguskan Kampung Adat Sade
Kebakaran melanda Desa Adat Sade pada Sabtu (22/8) malam. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan rumah-rumah adat yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar.
Ketua Pokdarwis Desa Adat Sade, Sanah Ardinata, mengatakan seluruh rumah adat di kawasan tersebut ludes terbakar. Sebanyak 129 rumah terdampak dan rata dengan tanah.
Rumah-rumah di desa adat menggunakan atap ilalang serta dinding bambu yang membuat api lebih cepat menjalar.
Pasca-kebakaran, bantuan berupa makanan, selimut, dan tenda terus berdatangan. Sebagian warga mengungsi ke rumah sanak saudara.
"Tidak ada yang kedinginan dan kelaparan. Kami punya keluarga, kami bisa tinggal sementara di sana," kata Ardinata.
Dampak kebakaran tidak hanya membuat warga kehilangan tempat tinggal, tetapi juga aktivitas ekonomi karena sebagian besar menggantungkan penghasilan dari pariwisata.
"Semoga Desa Adat Sade ini bisa dibangun kembali. Kami kehilangan rumah dan kehilangan lapangan pekerjaan," ujarnya.
Ardinata menambahkan bahwa Desa Adat Sade memiliki arti penting bagi masyarakat Sasak karena menjadi salah satu kampung adat yang masih bertahan di Pulau Lombok.
"Yang mana kampung kami ini kampung desa adat yang tersisa di Pulau Lombok. Jadi ini adalah kebanggaan kami yang merupakan warisan leluhur," imbuhnya.
Desa Adat Sade selama ini menjadi tujuan wisata populer di Lombok, dikenal dengan tradisi dan kehidupan masyarakat Suku Sasak yang masih dipertahankan.
Kebakaran yang terjadi pada Sabtu malam membuat salah satu kawasan budaya penting tersebut mengalami kerusakan besar.