Alih-alih setiap inti terpaku pada porsi cache tetap, sistem dapat memindahkan sumber daya sesuai kebutuhan masing-masing inti.
Qualcomm mengatakan ini berguna saat industri sedang menghadapi kekurangan memori. Menyimpan lebih banyak data di cache CPU berarti prosesor tidak perlu sering mengakses memori sistem.
Perusahaan menyebut beberapa situasi di mana FlexCache bisa membuat perbedaan.
Agen AI yang menjalankan beberapa langkah di berbagai inti CPU dapat menyimpan data di cache bersama, alih-alih memuat ulang.
Game bisa mendapat frame rate lebih konsisten dan penurunan lebih jarang.
Beralih antar aplikasi juga bisa terasa lebih cepat karena tugas dapat mengakses data yang sudah ada di cache.
Contoh lain adalah editing video. Tugas seperti decoding, menerapkan efek, dan mengekspor dapat berpindah antar inti CPU.
Dengan akses cache bersama, tugas-tugas itu dapat mengirim data antar inti lebih efisien, mengurangi ketergantungan pada interconnect bus.
>>> Lenovo Legion Y700 Infinite Diumumkan, OLED 165Hz untuk Gaming
Untuk saat ini, Qualcomm hanya membahas CPU. Perusahaan mengatakan akan mengungkap detail GPU dan NPU dalam postingan berikutnya.