unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Rating 10 Persen untuk A Bona Fide Killer, Drama MBC yang Dibintangi Gong Hyo-jin
Hiburan

Rating 10 Persen untuk A Bona Fide Killer, Drama MBC yang Dibintangi Gong Hyo-jin

Adegan drama A Bona Fide Killer dengan Gong Hyo-jin
Rating 10 Persen untuk A Bona Fide Killer, Drama MBC yang Dibintangi Gong Hyo-jin
A A Ukuran Teks16px

Drama Jumat-Sabtu MBC, "A Bona Fide Killer", berhasil menembus rating pemirsa nasional 10 persen hanya dalam enam episode.

Drama ini pun menempati posisi pertama di slot waktunya.

Kesuksesan ini mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh drama "Agent Kim Reactivated" yang dibintangi So Ji-sub sebagai ayah agen rahasia.

Kini giliran Gong Hyo-jin yang berperan sebagai "ibu pembunuh".

Dalam drama ini, Gong Hyo-jin memerankan karakter bernama Yoo Bo-na, seorang ibu bekerja dengan anak perempuan berusia 4 tahun.

Namun, di balik kehidupan rumah tangganya, ia adalah pembunuh kontrak dengan julukan "Kingfisher".

Yoo Bo-na bekerja di tim penjualan Durumi Electronics, yang sebenarnya merupakan kedok untuk organisasi pembunuh profesional. Organisasi ini mengkhususkan diri dalam meracuni, menusuk, dan menembak dari jarak jauh.

Setelah kembali dari cuti melahirkan selama tiga tahun, Yoo Bo-na mulai menerima tugas lagi. Namun, ia sering kali meminta penjadwalan ulang karena harus menjemput anaknya.

Salah satu kalimat yang menarik perhatian adalah saat ia berkata, "Ayo lakukan pada siang hari. Aku harus menjemput anakku."

Ini menggambarkan dilema antara pekerjaan dan keluarga.

Perpaduan Genre yang Segar

Para kritikus memuji drama ini karena berhasil memadukan genre secara segar.

Mereka menggabungkan kepuasan menghukum penjahat dengan perjuangan menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta sentuhan drama keluarga yang mengharukan.

Berbeda dengan drama perempuan lain seperti "Kill Boksoon" di Netflix atau "A Shop for Killers" di Disney+, "A Bona Fide Killer" lebih fokus pada sisi kemanusiaan Bo-na.

Ia digambarkan berjuang menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga.

Beberapa adegan dalam drama ini, seperti perjuangan mengantar anak ke taman kanak-kanak dan konflik dengan mertua, bisa diambil langsung dari kehidupan ibu bekerja mana pun.

Sutradara Yoon Jong-ho mengatakan, "Drama ini pada akhirnya adalah kisah tentang seseorang yang berjuang melindungi hidup dan keluarganya."

Ia berharap penonton terhubung dengan emosi universal yang ada di dalamnya.

Kontroversi dan Tantangan

Meski sukses, drama ini juga menuai kekhawatiran.

Kritikus drama Gong Hee-jung mengingatkan bahwa "tidak peduli seberapa benar penyebabnya, orang biasa yang membunuh di luar sistem peradilan negara tidak dapat dibenarkan."

Ia juga menambahkan, "Kita perlu waspada bahwa ketika kekerasan dikombinasikan dengan kehangatan dan komedi, hal itu bisa tampak lebih mudah dan tidak terlalu berdampak daripada yang sebenarnya."

Bagaimana drama ini menyelesaikan dilema antara keadilan hukum dan hukuman main hakim sendiri akan menjadi kunci di paruh kedua seri.

Opini publik tentang Kingfisher terbagi antara yang menganggapnya pahlawan dan yang menganggapnya pembunuh psikopat.

Kritikus budaya pop Kim Hern-sik menekankan bahwa "dengan drama balas dendam main hakim sendiri yang sudah biasa, kesimpulan yang koheren secara moral dan etika lebih penting daripada perdebatan lain tentang subjek itu sendiri."

Ia menambahkan, "Jika drama ini juga cukup mengekspos keterbatasan sistem peradilan dunia nyata, drama ini bisa menghindari kehilangan daya tarik di akhir."

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru