Harga emas Antam kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan hari ini, Jumat (28/8/2026). Logam mulia yang selama ini menjadi primadona investasi masyarakat Indonesia ini mengalami penurunan sebesar Rp 5.000 per gram, menyentuh level Rp 2.718.000 pada pukul 10.00 WIB.
Penurunan harga emas ini melanjutkan tren melemahnya logam mulia dari posisi sebelumnya yang tercatat Rp 2.723.000 per gram. Meskipun penurunannya terlihat kecil, bagi para investor dan pemburu emas, fluktuasi harga harian seperti ini bisa menjadi momentum strategis untuk mengambil keputusan investasi.
Dinamika Harga Emas yang Terus Bergerak
Emas Antam tersedia dalam berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram (1 kg), memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dengan berbagai kemampuan finansial. Keragaman pilihan berat ini membuat investasi emas bisa diakses oleh semua kalangan, mulai dari pemula hingga investor kelas kakap.
Berikut rincian lengkap harga emas Antam pada Jumat (28/8/2026) pukul 10.00 WIB:
- 0,5 gram: Rp 1.409.000 (turun dari Rp 1.411.500)
- 1 gram: Rp 2.718.000 (turun dari Rp 2.723.000)
- 2 gram: Rp 5.376.000 (turun dari Rp 5.386.000)
- 3 gram: Rp 8.039.000 (turun dari Rp 8.054.000)
- 5 gram: Rp 13.365.000 (turun dari Rp 13.390.000)
- 10 gram: Rp 26.675.000 (turun dari Rp 26.725.000)
- 25 gram: Rp 66.562.000 (turun dari Rp 66.687.000)
- 50 gram: Rp 133.045.000 (turun dari Rp 133.295.000)
- 100 gram: Rp 266.012.000 (turun dari Rp 266.512.000)
- 250 gram: Rp 664.765.000 (turun dari Rp 666.015.000)
- 500 gram: Rp 1.329.320.000 (turun dari Rp 1.331.820.000)
- 1.000 gram (1 kg): Rp 2.658.600.000 (turun dari Rp 2.663.600.000)
Mengapa Harga Emas Fluktuatif?
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks, baik domestik maupun global. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter Bank Indonesia, inflasi, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, hingga kondisi geopolitik internasional turut mempengaruhi harga logam mulia ini.
Sebagai aset safe haven, emas cenderung menguat ketika kondisi ekonomi tidak menentu atau terjadi krisis. Sebaliknya, saat ekonomi stabil dan instrumen investasi lain seperti saham atau obligasi menunjukkan performa baik, harga emas bisa mengalami tekanan turun.
