unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Lonjakan Harga Pangan: Cabai Rawit Rp81 Ribu, Beras Naik 56%
News

Lonjakan Harga Pangan: Cabai Rawit Rp81 Ribu, Beras Naik 56%

Pedagang di pasar tradisional menjual bahan pokok
Lava Agni 4N Resmi Masuk Pasar Inggris, Harga £499
A A Ukuran Teks16px

Harga mayoritas komoditas pangan di pasar tradisional melonjak pada awal September 2026.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per 1 September 2026, kenaikan signifikan terjadi pada cabai, beras, bawang, hingga daging.

Tekanan kenaikan dari distributor dan agen memaksa pedagang menaikkan harga jual di tingkat eceran. Dampaknya mulai dikeluhkan oleh pedagang pasar hingga ibu rumah tangga.

Kenaikan Harga Cabai dan Bawang

Cabai rawit merah naik 12,87% menjadi Rp81.550 per kg. Cabai rawit hijau naik 9,93% menjadi Rp62.000 per kg.

Cabai merah keriting naik 7,41% menjadi Rp55.800 per kg. Cabai merah besar naik 1,99% menjadi Rp51.250 per kg.

Bawang putih ukuran sedang naik 1,4% menjadi Rp39.750 per kg. Bawang merah ukuran sedang naik 1,59% menjadi Rp38.450 per kg.

Harga Beras dan Produk Hewani

Beras medium II melonjak 56,13% menjadi Rp25.450 per kg. Beras super I naik 0,28% menjadi Rp17.800 per kg.

Beras super II naik 0,58% menjadi Rp17.300 per kg. Beras medium I naik 0,61% menjadi Rp16.500 per kg.

Beras kualitas bawah I tercatat Rp14.850 per kg. Beras kualitas bawah II naik 0,69% menjadi Rp14.650 per kg.

Daging sapi kualitas I naik 0,63% menjadi Rp152.000 per kg. Daging sapi kualitas II naik 0,14% menjadi Rp142.700 per kg.

Daging ayam ras segar naik 1,07% menjadi Rp42.650 per kg. Telur ayam ras segar naik 2,78% menjadi Rp29.600 per kg.

Minyak Goreng dan Gula

Minyak goreng kemasan bermerek I tercatat Rp24.300 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek II turun 0,85% menjadi Rp23.450 per kg.

Minyak goreng curah naik 0,99% menjadi Rp20.500 per kg. Gula pasir premium turun 0,25% menjadi Rp20.300 per kg.

Gula pasir lokal naik 0,53% menjadi Rp19.100 per kg.

Keluhan Pedagang dan Konsumen

Di pasar tradisional, kenaikan harga ini memicu keluhan dari para pedagang.

Rokhman, 56 tahun, pedagang beras di Pasar Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menyebut harga beras medium yang dijual terpaksa naik dari Rp13.000 menjadi Rp15.000 per kg mengikuti harga distributor.

"Awalnya saya jual beras medium Rp13 ribu per kg, sekarang sudah Rp15 ribu.

Katanya dari distributor memang naik, jadi mau tidak mau harga jual ikut naik," kata Rokhman kepada Poskota, Selasa, 1 September 2026.

Pria yang sudah puluhan tahun berjualan beras itu berharap kenaikan tidak berlanjut dan harga beras dapat kembali stabil.

Ia menilai pembeli di pasar tradisional banyak berasal dari kalangan menengah ke bawah dan umumnya membeli beras secara eceran menggunakan literan sehingga kenaikan harga akan lebih terasa.

Sementara itu, Halimah, 45 tahun, pedagang ayam potong, menyampaikan, harga daging ayam utuh berukuran kecil yang sebelumnya dijual Rp35.000 per ekor kini merangkak naik hingga Rp50.000 per ekor.

Para pedagang berharap pemerintah segera melakukan intervensi pasar agar harga kembali stabil.

"Kalau dari agen sudah naik, kami juga tidak mungkin bertahan dengan harga yang lama.

Dulu ayam kecil kurang dari satu kilo Rp35 ribu, sekarang sudah sekitar Rp50 ribu," ujarnya.

Kendati demikian, para pedagang tersebut tidak ingin berspekulasi mengenai kemungkinan keterkaitan kenaikan harga ayam dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, mereka berharap pemerintah dapat melakukan intervensi agar harga ayam kembali terjangkau karena komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan pangan masyarakat.

Kenaikan harga ini berdampak langsung pada daya beli masyarakat, khususnya pembeli eceran dan ibu rumah tangga.

Suherlina, 26 tahun, seorang ibu rumah tangga, mengaku harus memangkas porsi belanja harian dan menyesuaikan menu makanan keluarga agar anggaran dapurnya tetap mencukupi.

"Belanja sekarang terasa lebih mahal. Dulu gocap masih bisa dapat beras, ayam, cabai ama sayur sekarang .

Jadi terpaksa mengurangi belanja atau memilih yang paling penting dulu," ucapnya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru