Pengabdi Setan 3: Origin resmi memasuki tahap produksi. Film ini akan membongkar asal mula semesta Pengabdi Setan ciptaan Joko Anwar.
Film ketiga ini akan menguak misteri mengenai sekte dan sosok di balik kejadian dalam Pengabdi Setan (2017) dan Pengabdi Setan 2: Communion (2022).
Joko Anwar mengatakan cerita ini memang tidak dirancang selesai dalam satu film. Banyak hal sengaja belum diceritakan dan banyak pertanyaan ditinggalkan untuk penonton.
"Sekarang waktunya kita mulai mencari tahu dari mana semuanya bermula," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Lima Fakta Penting Pengabdi Setan 3: Origin
Pertama, film ini dipastikan menjadi prekuel yang dapat berdiri sendiri. Film ini menelusuri asal-usul sekte dan perjanjian dengan iblis.
Joko Anwar menyebut film ini menjawab dari mana kutukan berasal, mengapa tidak berhenti, dan apa yang diinginkannya.
Kedua, cerita dibuka dengan wabah histeria massal di Strasbourg pada abad ke-16. Peristiwa ini terinspirasi dari kejadian nyata pada 1518.
Kisah kemudian berlanjut ke sebuah mercusuar berhantu di pesisir selatan Jawa pada abad ke-17.
Ketiga, produksi film ini menjadi yang paling ambisius dalam karier Joko Anwar. Prosesnya berlangsung di dua benua dan menggunakan tujuh bahasa.
Ketujuh bahasa itu adalah Indonesia, Alsasia, Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
Keempat, film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 2027. Jaraknya lima tahun setelah Pengabdi Setan 2: Communion yang rilis 2022.
Joko Anwar mengumumkan hal tersebut di Instagram pada Selasa (1/9). "Penantian lama tak pernah sia-sia.
Semua jawaban bermula di sini," tulisnya.
Kelima, film ini akan dipasarkan ke internasional dengan judul Satan's Slaves: Origin. Penjualan hak distribusi ditangani Barunson E&A.
Barunson E&A akan memperkenalkan film ini di pasar film Toronto International Film Festival pada September mendatang. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga di balik film Parasite.
Pengabdi Setan merupakan waralaba film horor populer di Indonesia. Film pertama dirilis pada 1980 oleh sutradara Sisworo Gautama Putra.
Joko Anwar menghidupkan kembali cerita tersebut pada 2017. Film itu meraih lebih dari 4,2 juta penonton di Indonesia.
Kesuksesan berlanjut lewat Pengabdi Setan 2: Communion pada 2022. Film itu menjadi film Indonesia pertama yang diputar dalam format IMAX.
Hingga kini, film tersebut masih masuk dalam jajaran enam film lokal dengan jumlah penonton tertinggi sepanjang masa.