"Limpahannya sudah sejak tadi malam. Sekarang kita proses sidiknya lebih lanjut oleh Sat Res PPA Polrestabes Semarang," tambah Sriniti. Pihak kepolisian kini tengah mematangkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke pihak kejaksaan.
Jejak Digital Ungkap Identitas Kerangka di Jurang Tol Jangli
Kasus pembunuhan ini bermula dari penemuan mengerikan di jurang kawasan Jalan Tol Jangli, Kota Semarang. Awalnya, petugas menemukan sisa-sisa kerangka manusia yang memprihatinkan. Namun, teka-teki mengenai identitas pemilik kerangka tersebut berhasil dipecahkan berkat kecanggihan teknologi dan jejak digital.
Polisi berhasil mencocokkan kerangka tersebut dengan Mozza Axillia Gunarsa. Titik terang ini bermula dari pengakuan MDVA yang akhirnya merinci lokasi pembuangan mayat. Lebih lanjut, identitas korban dikonfirmasi secara sah melalui bukti percakapan (chat) di akun Instagram korban. Akun tersebut masih tertaut dan tersinkronisasi di ponsel yang dipegang oleh orang tua Mozza, menjadi kunci validasi yang tak terbantahkan bagi pihak kepolisian.
Kronologi Mencekam: Cekcok Berujung Maut di Kamar Kos
Berdasarkan hasil interogasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh penyidik, tragedi ini bermula pada tanggal 25 Juni 2025. Saat itu, MDVA dan Mozza berada di sebuah kamar kos di wilayah Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.
Tak ada yang menyangka, pertemuan tersebut berujung maut. Keduanya diketahui terlibat cekcok mulut yang memanas. Emosi yang tak terkendali membuat MDVA mengambil tindakan nekat. Ia mencekik leher Mozza hingga gadis malang tersebut tewas di tempat.
Usai memastikan korban tidak bernapas lagi, MDVA dengan dingin merencanakan penyembunyian jenazah. Tubuh Mozza dibungkus rapat-rapat menggunakan karung. Dengan mengendarai sepeda motor, pelaku membawa karung berisi jenazah korban meluncur ke kawasan Jalan Tol Jangli dan membuangnya ke dalam jurang yang terjal dan sulit dijangkau.