Awan duka kembali menyelimuti langit sepak bola Indonesia. Salah satu pilar penting dalam sejarah panjang Timnas Indonesia, Bob Hippy, dilaporkan menghembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (5/9/2026) sore. Mantan pemain yang pernah menjadi momok bagi pertahanan lawan ini meninggal dunia di usia 82 tahun di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Sebelum berpulang, almarhum sempat mengeluhkan rasa sakit pada bagian perut yang kemudian memburuk, membawanya ke perawatan intensif. Kepergian Bob Hippy bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga luka mendalam bagi ekosistem sepak bola nasional yang telah ia layani selama lebih dari setengah abad, baik di atas lapangan hijau maupun di balik meja kepengurusan.
Jejak Emas sebagai Penyerang Tajam Timnas dan Persija
Nama Bob Hippy bukan sekadar nama dalam buku catatan sejarah, melainkan sebuah simbol ketajaman dan semangat juang. Saat masih aktif sebagai pemain, ia menempati posisi penyerang (striker) yang disegani. Salah satu momen paling gemilang dalam kariernya terjadi pada ajang Piala Asia U19 di Bangkok, Thailand.
Pada turnamen bergengsi tersebut, Bob Hippy tampil sebagai salah satu pencetak gol terbanyak. Kontribusi nyata dan insting mencetak gol yang tajam turut membawa Timnas Indonesia meraih gelar juara. Prestasi ini menjadi salah satu catatan emas yang sulit dilupakan dalam perjalanan sejarah sepak bola muda Indonesia, sekaligus mencetak nama Bob sebagai legenda yang diidolakan banyak pemuda pada masanya.
Di level klub, dedikasi dan kualitasnya tidak perlu diragukan lagi. Bob Hippy pernah memperkuat skuat Macan Kemayoran, Persija Jakarta. Di bawah sorotan lampu stadion dan teriakan ribuan pendukung, ia membuktikan bahwa bakatnya mampu bersinar di kompetisi tingkat tertinggi. Nama Bob Hippy akan selalu terpahat dalam memori para pendukung setia Persija sebagai salah satu pemain yang memberikan warna dan kebanggaan bagi klub ibukota.
Dedikasi Tanpa Batas di Balik Layar Kepengurusan PSSI
Setelah gantung sepatu, cinta Bob Hippy terhadap sepak bola Indonesia tidak luntur. Ia memilih untuk tetap berkontribusi melalui jalur organisasi. Puncak dari pengabdiannya di ranah administratif adalah ketika ia tercatat sebagai anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk periode 2011-2015.
Peran Bob Hippy menjadi sangat krusial pada masa-masa kelam sepak bola nasional. Antara tahun 2011 hingga 2012, sepak bola Indonesia dilanda konflik berkepanjangan akibat dualisme kompetisi dan organisasi yang memecah belah. Di tengah situasi yang sangat sulit dan penuh tekanan tersebut, Bob dipercaya untuk mengoordinasikan tim nasional.
Ia menjadi jembatan penting dalam upaya diplomasi sepak bola. Salah satu momen bersejarah yang melibatkan dirinya adalah saat ia bersama jajaran pengurus PSSI lainnya bertemu dengan pejabat sementara Ketua Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Zhang Jilong, di Jakarta pada Januari 2013. Kehadiran delegasi AFC saat itu merupakan langkah vital untuk menindaklanjuti upaya penyelesaian konflik antara PSSI dan KPSI. Tanpa figur yang dihormati dan berpengalaman seperti Bob Hippy, proses rekonsiliasi tersebut mungkin akan berjalan jauh lebih sulit.
Momen Terakhir dan Rencana Pemakaman
Kabar duka ini dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan kerabat dekat almarhum. Bob Hippy meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan akibat keluhan sakit perut yang ia rasakan. Ia berpulang dengan tenang di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, pada Sabtu sore, dikelilingi oleh orang-orang terdekat yang mendoakan kepergiannya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, jenazah almarhum Bob Hippy dijadwalkan akan dimakamkan pada hari ini, Minggu (6/9/2026), di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Rencananya, prosesi pemakaman akan dihadiri oleh sejumlah rekan seperjuangan, mantan pemain, pengurus PSSI, serta para pecinta sepak bola tanah air yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Warisan Abadi bagi Generasi Penerus
Kepergian Bob Hippy menutup sebuah bab panjang yang penuh warna dalam sejarah sepak bola Indonesia. Ia adalah definisi utuh dari seorang pengabdi sepak bola: dari seorang pemuda berbakat yang mengharumkan nama bangsa di kancah Asia, hingga menjadi seorang tetua yang bijak dalam menavigasi badai organisasi di tingkat nasional.
Warisan yang ditinggalkannya bukan hanya berupa trofi atau jabatan, melainkan semangat integritas dan cinta yang tak tergoyahkan terhadap bola tanah air. Bagi generasi pemain dan pengurus sepak bola Indonesia saat ini, kisah hidup Bob Hippy seharusnya menjadi pengingat bahwa kontribusi nyata akan selalu dikenang, melampaui batas waktu dan tren yang silih berganti.
Selamat jalan, Bang Bob. Terima kasih atas setiap tetes keringat, pikiran, dan cinta yang telah Engkau berikan untuk sepak bola Indonesia. Namamu akan selalu bergema di setiap sudut lapangan hijau negeri ini.