unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Soyeon (G)I-DLE Rilis Album Solo Penuh Pertama, Angkat Kisah Resign dan Romansa
Hiburan

Soyeon (G)I-DLE Rilis Album Solo Penuh Pertama, Angkat Kisah Resign dan Romansa

Soyeon (G)I-DLE dalam poster album What a Wonderful Life
Soyeon (G)I-DLE Rilis Album Solo Penuh Pertama, Angkat Kisah Resign dan Romansa
A A Ukuran Teks16px

Soyeon, pemimpin grup K-pop i-dle, kembali sebagai solois pada Senin pukul 18.00 KST dengan album penuh pertamanya, "What a Wonderful Life".

Ini merupakan proyek solo pertamanya sejak album mini "Windy" pada 2021.

Single utama album ini, "I'm Quitting" (Narr. Kian84), mengangkat pengalaman berhenti dari pekerjaan, tema yang dekat dengan pekerja kantoran Korea.

Lagu tersebut mengusung musik bergaya band dengan narasi dari Kian84, seorang webtoonist dan tokoh TV yang dikenal lewat seri "Fashion King" dan acara "I Live Alone".

Materi promosi menggambarkan single ini dengan tagline: "Aku berhenti. Tanpa penyesalan, tanpa yang dirindukan.

Lagipula aku tak pernah berniat bekerja sekeras ini. Saatnya menikmati hidup glamor dengan sedikit hari yang romantis."

Dua teaser video musik memperlihatkan Soyeon berhenti dari pekerjaannya, termasuk adegan melempar garam ke belakang, takhayul Korea untuk menangkal nasib buruk.

Video lengkapnya bergaya drama Korea tahun 2000-an dan mengikuti momen-momen tersebut.

Soyeon menulis dan menggubah semua lagu dalam album berisi delapan trek ini, yang mencakup genre rock, hyperpop, disco, dan band sound.

Ia berkolaborasi dengan produser seperti Groovyroom dan R. Tee.

Perjalanan Karier dan Inspirasi

Soyeon memulai debut solonya pada 2017 sebelum debut bersama i-dle pada 2018 di bawah Cube Entertainment.

Dalam wawancara dengan Cube Entertainment, Soyeon mengaku gugup dan merasakan tekanan besar setelah lima tahun dua bulan vakum sebagai solois.

Ia mengaku banyak mencoba hal baru dan mengeksplorasi berbagai genre untuk menemukan warna yang paling cocok.

Mengenai single utama, Soyeon menjelaskan bahwa lagu itu bercerita tentang kebahagiaan saat ini, bukan hanya masa depan yang stabil.

Ia memilih Kian84 sebagai narator karena menganggapnya orang paling romantis yang ia kenal.

Video musik "I'm Quitting" banyak mengambil referensi drama Korea 2000-an, sehingga penonton akan merasakan romansa dan emosi era tersebut.

Makna Romansa dan Lagu-Lagu dalam Album

Bagi Soyeon, romansa terasa lembap dan sejuk, seperti aroma udara sebelum musim panas berganti musim gugur.

Ia mengaku momen yang menyakitkan pada saatnya justru menjadi saat paling menggairahkan ketika dikenang kembali.

Lagu "icebluerabbit" adalah upayanya menemukan sisi baru dan warna baru, terdiri dari hal-hal yang dulu ia benci tetapi kini ia sukai.

"STAR" adalah lagu yang paling menunjukkan warna dirinya, dengan nuansa menyenangkan dan menghibur.

"I Hate Vegetables Song" terasa seperti lagu yang hanya bisa ia buat, karena ia memang benci sayuran.

"Bankroll" menonjol karena liriknya yang jujur, dan mungkin menjadi lagu cinta paling detail yang pernah ia tulis.

"Can't We Just Love?"

sangat blak-blakan dan terasa seperti kelanjutan dari "I'm Quitting", menangkap kecemasan dan rendah diri sebelum akhirnya mengungkapkan perasaan.

Lagu penutup, "Letting Romance Go", mengungkapkan makna romansa menurut Soyeon.

Soyeon juga menyinggung promosi yang beragam, mulai dari video musik kejutan, panggung festival, hingga album yang dikemas sebagai tempat dupa.

Ia paling mengingat video musik "STAR" karena ia merencanakan, merekam, dan menyuntingnya sendiri.

Targetnya untuk comeback ini adalah berbagi musik yang baik dengan sebanyak mungkin orang.

Ia menyampaikan rasa terima kasih dan cinta kepada NEVERLAND, penggemar i-dle, dan berharap dapat menikmati waktu yang menyenangkan bersama mereka.

Menurut Soyeon, apa pun kehidupan yang dijalani, hidup akan menjadi luar biasa saat kita menjadi nenek.

Ia merasa sedang menjalani kehidupan yang seperti itu sekarang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru