unique visitors counter
⌂ Beranda › Internasional › Nama Megawati Hangestri Makin Bersinar di Liga Korea, Namun Terbentur Aturan Gaji KOVO, Batasi Megatron Selevel Kim Yeon-koung
Internasional

Nama Megawati Hangestri Makin Bersinar di Liga Korea, Namun Terbentur Aturan Gaji KOVO, Batasi Megatron Selevel Kim Yeon-koung

Nama Megawati Hangestri Makin Bersinar di Liga Korea, Namun Terbentur Aturan Gaji KOVO, Batasi Megatron Selevel Kim Yeon-koung
Megawati
A A Ukuran Teks16px

Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini menjadi sorotan di dunia voli internasional. Pemain asal Indonesia ini berhasil mencuri perhatian publik dengan performa gemilangnya bersama Red Sparks di Liga Voli Korea (V-League).

Meski begitu, ada satu hal yang mengganjal: gajinya yang jauh lebih rendah dibandingkan pemain bintang lainnya, termasuk idolanya, Kim Yeon-koung.

Performa Megawati di musim keduanya bersama Red Sparks benar-benar luar biasa. Sebelum ditaklukkan oleh Pink Spiders, timnya mencatatkan rekor fantastis dengan 13 kemenangan beruntun—prestasi terpanjang dalam sejarah klub.

Bahkan, saat melawan tim kuat seperti Hillstate, Megawati dan rekan-rekannya berhasil meraih kemenangan meyakinkan dengan skor 3-1.

Namun, meski kontribusinya tak terbantahkan, gaji Megawati masih terbatas oleh regulasi federasi voli Korea Selatan (KOVO).

Menurut aturan KOVO, pemain asing dari Asia, seperti Megawati, hanya menerima gaji maksimal 120 ribu dolar AS (sekitar Rp1,9 miliar) pada tahun pertama, dan naik menjadi 150 ribu dolar AS (sekitar Rp2,4 miliar) di tahun kedua. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pemain asing non-Asia, yang bisa mendapatkan hingga 300 ribu dolar AS (sekitar Rp4,8 miliar) di tahun kedua.

Perbandingan dengan Pemain Bintang Lokal

Jika dibandingkan dengan pemain bintang lokal seperti Kim Yeon-koung atau Kang So-hui, kesenjangan gaji semakin terlihat mencolok. Kim Yeon-koung, yang dijuluki "Ratu Voli Korea," menerima bayaran sekitar 500 juta won (sekitar Rp5,6 miliar) per tahun.

Padahal, performa Megawati di lapangan tidak kalah impresif. Bahkan, dia kini menempati posisi ketiga dalam daftar top skor V-League 2024/2025 dengan raihan lebih dari 640 poin, hanya tertinggal dari Gyselle Silva (704 poin) dan Viktoriia Danchak (670 poin).

Media Korea, Segye, menyebut bahwa perlakuan terhadap pemain asing Asia seperti Megawati kurang adil.

"Dalam hal keterampilan, Megawati jauh lebih unggul dibandingkan beberapa pemain asing non-Asia, bahkan melebihi pemain lokal," tulis Segye dalam ulasannya. Reporter Oh Hae-won juga memuji kontribusi besar Megawati bagi Red Sparks.

"Dia telah menjadi pemain kunci sejak musim lalu. Faktanya, penampilannya sangat baik sejak awal bergabung," ujar Oh Hae-won.

Julukan Megatron

Di kalangan penggemar voli Korea, Megawati Hangestri lebih dikenal dengan julukan Megatron. Julukan ini bukan tanpa alasan. Dia tampil sebagai point maker utama atau opposite hitter yang sangat dominan bagi Red Sparks. Performanya membuat banyak orang kagum, termasuk para pemain dan pelatih lawan.

Namun, meski prestasinya cemerlang, Megawati tetap harus berhadapan dengan batasan regulasi gaji. Hal ini memicu seruan dari fans agar gajinya dinaikkan agar setara dengan pemain bintang lainnya, seperti Kim Yeon-koung.

Sayangnya, aturan KOVO masih menjadi penghalang.

Prestasi dan Pengakuan Internasional

Selain sukses di V-League, Megawati juga mendapat pengakuan internasional. Pada Januari lalu, dia dinobatkan sebagai Pemain Voli Wanita Terbaik Dunia versi Federasi Voli Internasional (FIVB). Di bulan Februari, dia kembali mencetak rekor dengan menembus 600 poin di liga, sebuah pencapaian yang jarang diraih pemain asing Asia.

Tak hanya itu, Megawati juga dilirik oleh klub elit Prancis, Levalois Paris Saint Clou, untuk bermain di Champions League Volleyball. Ini menunjukkan bahwa kemampuannya diakui tidak hanya di Korea, tetapi juga di level global.

Klasemen dan Persaingan Sengit

Saat ini, Red Sparks berada di peringkat ketiga klasemen sementara V-League dengan 50 poin, tertinggal dari Pink Spiders (64 poin) dan Hyundai Hillstate (53 poin). Meski demikian, peluang mereka untuk mengejar posisi teratas masih terbuka lebar, terutama dengan performa apik Megawati yang terus meningkat.

Meski terbentur aturan gaji, Megawati Hangestri tetap fokus memberikan yang terbaik bagi Red Sparks.

Baginya, prestasi di lapangan adalah prioritas utama. Namun, harapan agar aturan KOVO direvisi agar lebih adil bagi pemain asing Asia semakin kuat. Jika hal ini terjadi, Megawati berpeluang mendapatkan penghargaan finansial yang sepadan dengan kontribusinya.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru