Microsoft resmi memperbarui lini tablet 2-in-1 mereka melalui Surface Pro 12 inci edisi kedua.
Perangkat ini mengandalkan chipset 6-core Qualcomm Snapdragon X2 Plus untuk pengolahan AI lokal yang lebih cepat tanpa sambungan internet atau langganan cloud.
Desainnya sepenuhnya tanpa kipas atau fanless, sehingga operasionalnya sangat hening saat digunakan di perpustakaan atau ruang rekaman.
Harga mulai Rp20,3 jutaan ($1.149,99) dengan peningkatan grafis dan daya tahan baterai hingga 15,5 jam.
Performa AI Lokal dan Peningkatan NPU
Qualcomm Snapdragon X2 Plus yang tertanam membawa Neural Processing Unit (NPU) berkinerja hingga 80 TOPS. Angka ini tergolong tinggi untuk ukuran tablet tipis.
Berkat performa NPU tersebut, pengguna dapat menjalankan asisten Copilot serta memproses pembuatan gambar atau video berbasis AI dari instruksi teks langsung di perangkat.
Pekerja kantoran hingga pembuat konten tidak perlu bergantung pada layanan AI berbayar di cloud untuk membuat dokumen Word, merancang draf halaman web, atau mengedit konten media sosial.
Microsoft mengklaim peningkatan performa NPU mencapai 95 persen lebih kencang dibanding generasi sebelumnya berdasarkan pengujian Procyon AI.
Sektor grafis GPU juga mengalami peningkatan hingga 60 persen menurut pengujian 3DMark Steel Nomad Lite, sementara performa harian Microsoft Office naik sekitar 17 persen.
Peningkatan ini terasa memanjakan pengguna yang membutuhkan perangkat responsif untuk beban kerja harian.
Konsekuensi Desain Tanpa Kipas
Sistem pendingin ini senyap, namun keputusan Microsoft mempertahankan desain tanpa kipas membawa konsekuensi pada performa puncak jangka panjang.
Perangkat tanpa pendingin aktif cenderung menurunkan kecepatan prosesor saat suhu naik akibat beban kerja berat yang terus-menerus.
Pada generasi pertamanya, pengujian independen mencatat skor pengujian berulang Cinebench R15 berada di angka 844, masih di bawah laptop berpendingin kipas seperti Surface Pro 9 versi Intel Core i7 yang menembus skor 1.293.
Jadi, jika berencana menggunakannya untuk rendering video berat berdurasi panjang, penurunan performa saat suhu naik adalah risiko yang harus dimaklumi.
Ada beberapa catatan soal kompatibilitas aplikasi yang wajib diketahui sebelum membeli perangkat ini.