Pelatih baru tim nasional Prancis Zinedine Zidane menerapkan sejumlah aturan ketat di pusat pelatihan Clairefontaine.
Langkah ini diambil menjelang laga UEFA Nations League melawan Turki.
Tujuannya memastikan Kylian Mbappe dan rekan-rekan fokus penuh pada persiapan tim di lapangan.
Laporan L'Equipe dan AS menyebutkan Zidane melarang penata rambut luar memasuki area latihan timnas.
Mantan pelatih Real Madrid itu juga membatasi akses fotografer serta kru film saat kedatangan pemain.
Langkah tersebut untuk menghentikan tradisi peragaan busana mewah yang kerap memicu kontroversi di media sosial.
Skema Taktis untuk Mbappe
Di balik ketegasan tersebut, Zidane menyiapkan skema taktis khusus untuk memaksimalkan potensi Kylian Mbappe.
Suksesor Didier Deschamps itu mengonfirmasi bahwa Mbappe tetap menjabat sebagai kapten tim nasional.
Mbappe direncanakan mengisi posisi penyerang sayap kiri dalam formasi 4-3-3.
Hubungan keduanya telah terjalin sejak Mbappe menjalani uji coba di Real Madrid pada usia belasan tahun.
Zidane sempat mengungkapkan kekagumannya pada penyerang tersebut sebelum laga Liga Champions tahun 2019.
"Saya sudah mengenalnya sejak lama dan saya jatuh cinta. Dia datang ke sini untuk menjalani uji coba waktu yang lalu," kata Zidane.
Momen dipanggil oleh Zidane saat masih remaja memberikan kesan mendalam bagi Mbappe.
"Ketika Zidane menelpon saya, rasanya seperti saya sedang berada di bulan," ujar Mbappe.
Mengenai uji coba masa lalu tersebut, Zidane kembali memberikan tanggapannya sebelum pertandingan menghadapi Turki.
"Apa yang saya lihat darinya adalah potensinya ketika dia datang untuk uji coba di Real Madrid. Kami semua bersemangat dengan ide untuk melihatnya bermain di sini.
Itu tidak terjadi... tapi kita tahu sisa ceritanya," kata Zidane.
Mantan bek Real Madrid Raphael Varane turut membeberkan pendekatan manajerial Zidane.
Varane menilai intuisi alami menjadi fondasi utama dalam filosofi melatih sang juru taktik.
"Kualitas terbesarnya? Saya akan mengatakan naluri," kata Varane.
Varane menambahkan bahwa Zidane selalu berusaha menjaga keseimbangan taktik antara bertahan dan menyerang.
"Dia memastikan mereka merasa nyaman. Itu adalah kekuatan utamanya, ya.
Pendekatannya terutama adalah tentang menemukan keseimbangan.
Dia ingin pemain bertahap berkontribusi secara defensif, tetapi tanpa mengorbankan kenyamanan mereka saat menyerang.
Begitu mereka menguasai bola, dia memberi mereka kebebasan, mengandalkan rasa naluri itu, saya harus menekankan, elemen ketidakterdugaan itu," kata Varane.
Eks rekan setim Zidane di timnas Prancis, Bixente Lizarazu, menegaskan bahwa keberhasilan Zidane di kursi kepelatihan didasari oleh etos kerja yang tinggi.
"Zizou terutama dirayakan dan diakui oleh masyarakat umum karena bakatnya yang luar biasa.
Namun, kita sering lupa, seperti kebanyakan orang yang sangat berbakat, bahwa dia juga dan terutama seorang pekerja keras, sangat profesional, sangat teliti dan cermat," kata Lizarazu.
Lizarazu juga menyoroti bagaimana Zidane mengatasi sifat pemalunya untuk membangun hubungan erat dengan para pemain di Clairefontaine.
"Cara saya melihatnya memberi selamat dan menjabat tangan setiap pemain setelah latihan di Clairefontaine melambangkan perhatiannya kepada orang lain.
Sisi teliti ini sangat hadir dalam kepribadiannya, seperti yang ditunjukkan oleh keinginannya untuk belajar dan menaruh minat mendalam pada berbagai hal serta orang-orang.
Dia berhasil mengembangkannya dengan baik setelah karier bermainnya, padahal itu tidak tentu alami baginya, mengingat sifat pemalu dan kerendahan hatinya," kata Lizarazu.
Ujian perdana skuad Prancis di bawah arahan Zidane akan berlanjut dalam rangkaian jadwal UEFA Nations League yang melibatkan tim kuat lainnya seperti Italia dan Belgia.
